Sabtu, 21 September 2013

BAPAK, PETUALANG SATU KALI PEMIMPI SEJATI

Diposting oleh Icha Tisa di 07.52 0 komentar


Dear Bloggers, netter semua. Jumpa lagi dengan saya Miss Dreamer yang penuh mimpi. Kali ini saya memposting naskah yang pernah saya kirim untuk lomba menulis cerita tentang ayah, sayang saya tak memenangkan lomba itu. Tak apa, toh naskah ini masih bisa saya share pada kalian.
Selamat membaca dan well happy Satnight all. ^_^.




“Bapak mengapa mama yang selalu mengantarku jalan-jalan keliling kota? Aku juga  mau jalan-jalan sama bapak selaki-kali boleh dong pak.” Kalimat itu beberapa terlontar dari mulut mungilku. Mengajak bapak untuk menemaniku jalan-jalan keliling kota. Bukan hal mudah mengajak bapak keliling kota. Ada saja akal bapak untuk menolak ajakanku itu mulai dari bereksperimen membuat alat-alat aneh seperti selang panjang untuk menyemprotkan pupuk cair di ladang dan sawah, hingga alat untuk melepas dan memasang lampu bohlam yang terbuat dari bambu dan kayu panjang yang kadang ditambah dengan karet untuk mengencangkan ikatan pada bohlam yang terdapat pada bambu. Dalam hal kreativitas bapak memang nomor satu, dialah ilmuwan dadakan yang jarang gagal. Namun dia bukan seorang pengelana yang dapat dengan mudah diajak berjalana-jalan.
Suatu hari aku iseng bertanya padanya “Pak apa gak bosan hidup cuma di daerah ini saja? Bapak sudah hampir setengah abad tapi tempat yang pernah dijamah bapak hanya kampung halaman bapak dan kota kecil tempat kita tinggal sekarang ini.” Bapak hanya tersenyum mendengar ocehan putri semata wayangnya. Lalu mulailah cerita yang sebenarnya terungkap. Pada satu masa sebelum mama dan bapak bertemu, bapak pernah menjadi pengelana bersama teman-temannya. Mengunjungi beberapa kota. Kata bak beliau pernah diajak mengunjungi satu kota yang aku lupa lagi namanya di sana bapak diajak menaiki satu tugu yang katanya kalau sampai di puncak bisa jadi pemimpin tapi bapak tak sampai di atas tapi aku senang bapak tak sampai di atas mungkin kalau bapak jadi pemimpin bapak lebih sibuk. Lagi pula bapak sudah menjadi seorang pemimpin untukku dan mama. Bapak juga cerita pernah berkunjung ke Banten. Dan di antara cerita perjalanan bapak yang paling kuingat adalah ceritanya ketika pertama kali berunjung ke kota Bandung. Bapak sama sekali buta tentang Bandung. Teman bapak saat itu adalah sebuah peta Bandung yang dibelinya di toko buku sesampainya di Bandung. Bapak ke Bandung bukan untuk bersuka ria melainkan mengurus dana pensiun milik yang menjadi hak kakek. Dan ternyata dalam selipan perjalanannya di Bandung, bapak mesti ke Jakarta karena ada surat yang diperlukan dari kantor pusat di Jakarta. Dan sekali lagi bapak pun buta total dengan ibukota Indonesia ini. Tapi bukan bapak rupanya bila tak meneruskan perjalanan dan urusan yang sedang dilakukannya. Dan hal yang aku kagumi dari bapak adalah bapak mampu menyelesaikan perjalanannya dan membuahkan hasil dengan keluarnya dana pensiun kakek. Tapi setelah itu bapak tak berminat lagi mengunjungi Bandung apalagi Jakarta. Untuk apa mengunjungi yang sudah pernah dikunjungi? Ujarnya. Jika kebanyakan orang senang melakukan perjalanan ke kota-kota lain lebih dari satu kali dalam hidupnya maka berbeda halnya dengan bapak. Satu kali sudah cukup, toh dalam sekali perjalanan saja sudah ada gambaran. Yang penting tujuan dari kedatangan kita ke kota tersebut terlaksana.
Bahkan bapak dapat melakukan perjalanan dadakan yang tak disangka oleh siapapun. Waktu itu aku dan seluruh keluarga besar berlibur ke Yogyakarta hanya kakek dan bapak yang tak ikut. Kebetulan saat itu juga sedang musim pendaftaran siswa baru dan kami sedang berada di salah satu sekolah menengah atas di Kota Pelajar untuk mendaftarkan kakak sepupuku. Dari ujung lapangan basket tiba-tiba kakak sepupu berteriak padaku “Dek, itu bapakmu kan?” Katanya seraya menunjuk arah lapangan basket. Awalnya kami tak terlalu percaya. Mungkin saja kakak salah melihat. Mana mungkin bapak menyusul dan untuk apa pula? Namun karena penasaran akhirnya pakde menghampiri sosok lelaki di ujung lapangan itu. Lelaki itu seperti tengah kebingungan mencari seseorang. Dan lelaki itu ternyata memang benar adalah bapak. Kami semua tak habis pikir dengan jalan pikirannya. Ternyata ide gila itu muncul begitu saja dari benak bapak ketika hampir tengah malam dan merasa kesepian di rumah sendirian bapakpun pergi ke stasiun dan membeli tiket kereta menuju ke Yogyakarta. Bapak bilang ingat bahwa bude sebelum pergi ke Yogyakarta bilang mau mendaftarkan kakak sepupu di sekolah ini. Lalu bapak pun terpikir untuk mencari sekolah yang dimaksud menggunakan jasa ojeg. Bekal informasi yang diketahui bapak hanya tentang pendaftaran kakak sepupu itu saja tidak lebih. Bahkan bapak tidak tahu di mana hotel tempat kami menginap. Bagaimana kalau bapak tersesat di kota sebesar ini? Tapi bapak tetap punya jawaban. Kalau bapak tak menemukan rombongan kalian ya sudah bapak tinggal cari penginapan atau beli tiket kereta untuk pulang kembali ke Banjar.” Belakangan ketika kami semua kembali ke kampung halaman kami di sebuah kota perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, Banjar Patroman, bapak baru mengaku kalau perjalanan dadakan itu tidak diketahui kakek sekalipun dan bapak hanya membawa selembar pakaian ganti. Kakek tidak berpikiran macam-macam ketika mengetahui bapak tak berada di rumah. Di sangkanya bapak berangkat mengajar ke sekolah, padahal nyatanya menyusul kami ke Yogyakarta. Itu merupakan perjalanan pertama dan terakhir bapak ke Yogyakarta. Saat kami hendak berlibur kembali ke Yogyakarta bapak menolak ikut. Sekali saja sudah cukup.
Perjalanan dadakan bapak bukan hanya ke tempat yang belum pernah dikunjunginya tapi juga ke tempat yang pernah dikunjunginya dengan cara yang tak biasa. Saat itu aku masih kelas 4 SD. Kami sekeluarga berat liburan ke rumah sadar nenek di Wonosobo. Lalu aku dan mama meminta jin sekalian mengajak bapak untuk ikut berlibur bersama kami. Namun sorot mata bapak menunjukkan ketidaksetujuan. Entahlah mungkin karena saat itu aku baru selesai sakit. Sambil menunggu bapak buka mulut kami lalu mulai berbenah bersiap-siap. Tapi hal yang tak duga muncul bapak menghilang tak ada di rumah ataupun di daerah sekitar rumah. Kami kebingungan karena bapak hilang. Hingga akhirnya aku dan mama meutuskan tak jadi ikut dan mulai mencari bapak. Terpikir dibenak mama kalau saja bapak mengunjungi rumah peninggalan kakek di Ciparay Ciamis ataupun ke daerah Cisaga. Lalu kami berdua berkendara motor menyusuri jalanan mencari bapak. Ketika kami hampir tiba di rumah kami yang lain di Cisaga, kami melihat sesosok lelaki tengah berjalan sendirian memakai kaos yang biasa dikenakan bapak. Itu bapak. Bapak berjalan kaki menuju Cisaga dari Banjar yang berjarak kurang lebih 5 km. Saat kami menanyakan alasan bapak melakukan hal ini ternyata bapak hanya merasa rindu pada rumah itu lalu memutuskan ke sana dan membersihkan rumah itu lalu tertidur dan baru bangun ketika hari sudah menjelang sore. Padahal kami sekeluarga sudah panik karena kami kira bapak pergi ke mana, dan awalnya kami tak menduga bapak ternyata ‘kabur’ ke tempat itu.
Saat masih menjadi seorang pemuda bapak senang mengunjungi tempat yang banyak dikunjungi oleh turis mancanegara. Dan tempat favorit bapak adalah Pantai Pangandaran. Sepertinya ini merupakan satu-satunya tempat wisata yang dikunjungi lebih dari satu kali. Alasannya sederhana. Bapak ingin berkenalan dengan bule-bule barat tersebut. Menurut bapak berbicara dan berkenalan dengan mereka itu menyenangkan karena bapak bisa mempraktekkan langsung komunikasi menggunakan bahasa Inggris. Dibalik sosoknya ada satu impian bapak yaitu mengunjungi New York Amerika Serikat dan London Inggris. Meskipun bapak menyadari keinginannya tersebut bukan hal yang mudah untuk diwujudkan namun bapak tak pernah menyerah. Bapak selalu mencari cara untuk mendekatkannya dengan mimpinya itu. Menurut bapak meski mimpi sulit untuk diraih tapi yang penting adalah usaha untuk mewujudkannya. Pernah satu hari aku membuka kamus bahasa Inggris-Indonesia milik bapak. Dan sehelai kertas bekas bungkus rokok yang sudah menguning terjatuh dari selipan halaman. Kucermati dan tertulis sebuah alamat rumah serta negara tempat rumah itu berada. United Kingdom. Penasaran kutanyakan pada bapak milik siapa alamat itu karena tulisan tangan alamat itu berbeda dengan tulisan bapak. Bapak lalu bercerita riwayat alamat pada secarik bungkus rokok itu. Waktu itu sekitar akhir tahun 1990an bapak muda diajak kawannya bermain ke Pantai Pangandaran, dan terjadilah pertemuan yang tak sengaja antara bapak dengan seorang bule bernama Mr. Smith yang berasal dari London Inggris. Mereka berdua sempat bercerita bersama, dan bapak mengungkapkan keinginannya untuk mengunjungi negara tempat kelahiran Mr. Smith. Bule itu merasa tersanjung saat bapak memuji negara tempat tinggalnya dan ingin berkunjung ke sana. Lalu sebelum mereka berpisah Mr.Smith memberikan alamat rumahnya pada bapak. Dia berpesan agar bapak mengunjungi rumahnya saat ke Inggris. Namun sayang mereka tak pernah bertemu lagi dan bapak pun tak sampai menginjakkan kakinya di Inggris hingga kematian menjemputnya.
Aku sering meminta bapak bercerita, semacam dongeng pengantar tidur. Selain cerita-cerita perjalanannya bapak juga dapat menceritakan kisah dari negara lagi dengan hebat. Masih ku ingat saat bapak menceritakan kisah si Abu Nawas, Kisah Seribu Satu Malam. Cerita itu memang bagus namun lebih bagus legi bila bapak yang menceritakannnya. Bapak memang tak pernah mengunjungi Baghdad tapi mendengarkan bapak bercerita seolah bapak sudah pernah menjamah setiap sudut kota itu. Sungguh menakjubkan. Perjalanan-perjalanan fantasi yang kulewati melalui cerita yang keluar dari mulut bapak. Bahkan tokoh Si Kabayan pun dapat dimodifikasi oleh bapak. Bukan Kabayan beristri Iteung yang kocak. Ada Kabayan yang alim, pintar, tampan dan kocak tercipta dalam dunia fantasi yang diciptakan oleh Bapak. Ketika aku bertanya pada bapak, mengapa Kabayannya berbeda dengan yang pernah ku baca di buku, dengan mudah bapak menjawabnya. Biar kamu tak bosan dengan Kabayan, buat apa menceritakan yang sudah dibaca lebih baik menceritkan hal baru yang bisa memotivasi. Hanya dalam dunia fantasi bapak, Kabayan berjalan- jalan sampai ke Timur Tengah bahkan ke London.
Dalam kehidupan nyata aku memang jarang sekali berjalan-jalan bersama bapak, namun kami sering berkelanan bersama di dunia fantasi. Menciptakan imajinasi yang mengasyikkan bagiku yang saat itu masih SD. Tak perlu membawa peralatan, tak butuh uang banyak pula. Cukup duduk manis di samping bapak maka akan terlontarlah dunia fantasi itu. Dunia yang tak dimiliki anak-anak lain. Hanya milikku dan diciptakan bapak khusus untukku, putri semata wayangnya.
Ya, meskipun bapak senang melakukan perjalanan dadakan seorang diri dan buta alamat bukan berarti bapak membebaskanku bertualang di alam bebas. Dulu saat bapak masih hidup aku sering menganggap bapak terlalu berlebihan mengkhawatirkanku. Bahkan untuk sekadar bersepeda ke sekolah pun dilarang keras. Jajan ke warung depan rumah saja bapak selalu mengawasi dari luar gerbang rumah. Seolah akan terjadi sesuatu hal jika aku tidak diawasinya. Aku yang masih kecil saat itu sering merasa kesal. Disaat anak-anak seusiaku bebas bersepeda sesuka hati dan bermain hujan-huajanan sepuas hati menyambut datangnya hujan aku hanya terdiam dan termenung di balik kaca jendela rumah melihat mereka. Aku juga ingin bebas melakukan segala hal, bahkan perjalanan mengejutkan seperti yang pernah dilakukan bapak. Namun komentar bapak hanyalah “bapak tidak ingin kamu sakit nak, hingga kamu tidak bisa melakukan lebih dari apa yang pernah bapak perbuat dari perjalanan itu.” Aku yang masih kecil tidak mengerti dan hanya bisa mencoba duduk manis dan menggerutu dalam hati.
Sekarang bapak telah meninggalkanku selama-lamanya. Sejak aku duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar. Dan kini aku baru menyelesaikan 3 tahun masa belajarku di SMA. Bapak memang tidak berhasil menginjakkan kaki di Inggris, di Bandara Heathrow. Pemilik alamat rumah di bungkus rokok itupun mungkin sudah meninggalkan dunia ini juga sama seperti bapak. Dan lelaki sang petualang dan pemberani itu telah kembali ke sisi Alloh SWT. Tapi tersemat satu janji dan cita-cita di hatiku untuk pergi ke London Inggris menghirup udaranya, dan mewakili bapak menginjakkan kaki di sana. Meski sampai kini aku belum tahu kapan momen itu akan tiba dan menghampiri peruntunganku.
Jasadnya memang telah menyatu dengan tanah, jiwanya sudah kembali pada yang menciptakan. Tapi ada yang masih membekas dan terasa. Nasihat dan semangatnya. Kini aku memang bebas untuk bertualang di alam bebas, menjelajah bersepeda sesuka hati. Namun nasihat sewaktu kecil dari bapak tetap tersemat di hatiku dan terpatri indah. Meski aku tak terlalu suka mengenang sosok bapak. Bukan karena bapak tak baik tapi aku tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan. Larut dalam kenangan yang tak mungkin ku kembalikan. Masa-masa indah yang tinggal angan. Tak akan pernah kembali lagi. Aku lebih suka mengingat impiannya, karena berkubang dalam kesedihan tak ada gunanya sama sekali. Bukan yang diinginkan bapak. Aku tak ingin bapak yang sudah di alam sana tak tenang karena putri semata wayangnya menangis terus mengenangnya. Berpikir rasional dan menyayangi sosoknya dam cita-cita yang pernah dia ucapkan lebih rasional.
Terima kasih bapak telah membuatku berani bermimpi untuk menantang dunia dan mengarungi kerasnya hidup ini. Ku rengkuh impianmu dan akan kuusahakan cita-citamu yang kini telah menjadi cita-citaku. Kini putri kecilmu telah menjadi remaja yang siap menjadi petualang selanjutnya. Bapak kamu adalah penginspirasiku untuk menjadi seorang yang pemberani dan juga tangguh menjalani hidup.

Sabtu, 07 September 2013

JALAN (PERJALANAN MENUJU KEDOKTERAN UMUM UMY 2013)

Diposting oleh Icha Tisa di 08.11 4 komentar
Dulu, dulu, dulu dan dulu sekali waktu saya masih jadi siswa SD jika ada yang bertanya "dek, apa cita-citamu setelah besar kelak?" Jawaban saya pasti antara jadi guru matematika, peneliti, profesor komputer, dokter, guru fisika (jangan salah lho dulu saya sebelum saya kenalan dan saling berusaha memahami sama fisika sempa ada niatan waktu jaman SD), serta guru bahasa Inggris.
Namun seiring dengan berjalannya waktu satu-persatu tujuan itu mulai terkikis ombak. Mulai dari cita-cita menjadi ahli fisika hebat, adalah hal pertama yang saya tendang dari daftar keinginan di masa depan. Hal tu terjadi ketika saya duduk di bangku kelas VII semester 2 ketika saya sadar dari hipnotis bahwa fisika tak seindah namanya. Bersisalah yang lainnya di benak saya. Hingga di kelas IX semester 1 saya mengeluarkan profesor komputer dari daftar cita-cita. karena alasan sederhana. Soal Olimpiade Sains Nasional Komputer lebih susah atau sama susahnya dengan Fisika dan matematika.

Guu bahasa Inggris masih ada dalam benak saya. Meneruskan pekerjaan almarhum ayah, sayang aku keburu dikecawakan oleh suatu hal. Bukan oleh pelajaran bahasa Inggris namun oleh seseorang yang kurang kooperatif menilai dan menulis angka. Hingga nilai bahasa Inggris saya hampir pas KKM sedangkan teman-teman saya yang memiliki kemampuan bahasa asing di bawah saya bahkan saya berani tanding lawan mereka mendapat nilai di atas 85. Pedih hati ini dan berbekas. Saya tak menyalahkan pelajaran ataupun sang oknum namun sifatnya membuat saya malas untuk jadi guru bahasa Inggris saya tak mau jadi her next generation.

Lalu bersisalah dokter. Awalnya sejak saya  paham dan mengerti aku punya cita-cita agung jadi mahasiswa kedokteran U*M. Keren waktu itu saya rasa. PTN bergengsi di negeri ini. Sampai suatu hari tiba, ketika aku di ajak ke acara wisuda sepupu di suatu tempat dengan bentuk bangunan unik. Unik, entah berbentuk apa dan memiliki interior megah. Saat itu mamam bertanya "Ca, mau belajar kedokteran di sini gak? Sama kayak kakak sepupumu." Masih terlalu naif dan ego saya terlalu labil meski dalam hati mengakui kemegahan ada saya rasakan dan aura tidak biasa iu.

Hidup saya terus berputar dan mulai awal menginjakkan kaki di SMA kelas XI mulailah saya mencari tahu info-info kampus di Yogyakarta. Apapun yang terjadi saya akan dan harus bisa mendapat kursi di salah satu universitas di Yogyakarta negeri swasta sama saja gak masalah. Di jurusan yang saya inginkan. Tiap ada yang bertanya mau nerusin kuliah ke mana jawaban satu ang pasti "KEDOKTERAN!".

Saya tak peduli nasihat apapun dan dari siapapun. Prinsip hidup di kelas XII adalah "Ini masa depan gue dan gue berhak menentukan mau dibawa ke mana cerita hidup gue." Tahap awal perjuangan saya adalah daftar PMDK gelombang satu di UMY.Saya hanya mengisis pilihan satu dengan Kedokteran Umum pilihan lain tidak saya lirik. Mamma saya sempat khawair apalagi saya sempat down ketika GAGAL tes CBT dalam 3 kali kesempatan. Nilai CBT saya kurang untuk masuk Kedokteran Umum. Saya yang dari rumah itu sebelum ikut CBT udah percaya diri. Tes TPA ya materinya? Okeeeee gampang. Ternyata saya terlalu sombong dan menyepelekan sang TPA. Nilai terbesar yang kuperoleh adalah 67. 

Harapanku tergantung pada  PMDK Gel. 1. Pendaftar dari sekolahku membuat nyali ciut karena yang lebih pintar dari saya juga ikut dan mayoritas pendaftar dari sekolah memilih Kedokteran Umum juga. Siang malam aku berdoa. Sedekah dan shalat dhuha aku tingkatkan setelah menyadari kegagalan kocak itu. Aku sudah pasrah 100 % sama Alloh. Bahkan saya sempat pula daftar Farmasi ke universitas swasta lain di Jogyakarta di kampus yang sama dengan sepupu kedua. Ingat saya waktu itu hanya meuruti nasihat  mama. Daripada mama gak tenang ya sudah ikutan daftar.

Dalam doa saya ucapkan,bantu aku jadi dokter yang sebenarnya Ya Alloh. Aku mau jadi dokter. Izinkan aku ku mohon restumu. Berikan dan tuntun aku ke arah yang benar. 12 Februari 2013 tanggal biasa bagi orang lain namun spesial bagi saya. Perlahan sambil berdoa saya buka pengumuman hasil PMDK tahap 1. Nama dua orang teman saya ada,di mana nama saya? mulai kembali gelisah hingga alhamdulillah tangis saya pecah.SAYA DITERIMA DI FKIK PRODI KU UMY! Keajaiban saya percaya itu karena yang nilainya lebih baik dari saya tak diterima. Mungkin ini adalah jawaban atas semuanya.USAHA KESABARAN MAKSIMAL YANG BERKELANJUTAN>

Selasa, 03 September 2013

RESUME JURNAL TROPICAL DISEASES SPESIFIKASI DBD

Diposting oleh Icha Tisa di 07.39 0 komentar
Assalamualaikum kawan!
Kembali berjumpa dengan saya. Kali ini bukan cerita yang akan saya posting melainkan jurnal dan resumenya. Sebenarnya ini tugas karena saya tidak membawa jas almamater tapi sekalian saya berbagi ilmu dan ungkapan kecil suka cita saya jadi maba Kedokteran Umum di UMY.



Jurnal yang akan saya posting kali ini adalah materi mengenai Tropical Diseases. Ada yang yang tahu apa itu Tropical Diseases? Okay lebih baik saya jelaskan dari awal. Tropical Deseases atau penyakit tropis adalah penyakit yang unik atau lazim terjadi di daerah tropis. Indonesia merupakan salah satu negara yang terdapat Tropical Desease karena terdapat di daerah tropis. Ada beberapa penyakit yang termasuk Tropical Deseases antara lain Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, Filariasis, Kudis, Tuberkulosis dan lain sebagainya.

Kali ini jenis penyakit tropis yang akan saya tulis resumenya adalah Demam Berdarah Dengue dengan judul Aedes Aegypti Sebagai Vektor Penyebeb Demam Bedarah Dengue. Berikut ini adalah link jurnal tersebut Jurnal Demam Berdarah Dengue. Berikut adalah resume yang telah saya tulis.

Resume Jurnal:
Upaya pemberantasan penyakit menular dengan upaya penyuluhan, penyelidikan, pengebalan, menghilangkan sumber dan perantara penyakit. Aedes aegypti merupakan nyamuk yang dapat menjadi vektor penyebab Demam Berdarah Dengue. Virus Dengue dapat bereplikasi dalam tubuh manusia, monyet, simpanse, kelinci, mencit, marmot, kelinci, tikus, hamster dan nyamuk. Di Indonesia vektor penyebab Dengue adalah aedes sp. terutama Aedes aegypti walaupun Aedes albovictus dan Aedes scullatis dapat menjadi penyebab pula.
Peranan Aedes aegypti dalam Demam Berdarah Dengue, Nyamuk dapat mengandung virus Demam Berdarah Dengue bila menghisap darah penderita. Virus tersebut akan masuk ke dalam intestinum nyamuk. Replikasi virus terjadi pada hemocoelum dan akhirnya akan menuju ke dalam kelenjar air liur serta siap ditularkan. Fase ini disebut extrinsic incubation periode yang memerlukan waktu tujuh sampai empat belas hari.  Menurut Soegijanto S (2003) secara garis besar ada 4 cara pengendalian vektor : secara kimiawi, biologik, radiasi dan mekanik atau pengelolaan lingkungan.
Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor DBD mempunyai siklus hidup metamorfosis sempurna. Berbagai cara dilakukan untuk mengontrol dan menurunkan populasi nyamuk tersebut dengan bebagai cara sampai serendah-rendahnya baik memalui kimiawi,biologik, radiasi, mekanik terhadap setiap bentuk populasinya.

Jumat, 24 Mei 2013

Kelulusan VS Kegalauan

Diposting oleh Icha Tisa di 06.05 0 komentar
Hari ini hari apa? Apa kah ada sesuatu yang lebih spesial? Haha hari Jumat dan tak ada yang spesial. Jika ingin jawaban hari ini Jumat dan lebih spesial maka tanyakan saja pada siswa-siswi SMA/SMK/MA se Indonesia yang pagi tadi banyak yang berada pada puncak kegalauan yang tingginya melebihi puncak Himalaya.
 Emang hari ini ada apa sih? Kok mereka bilang lebih spesial? Adakah yang tahuuuu?

Hari ini tuh pengumuman kelulusan buat siswa-siswi SMA/SMK/MA. Oke teman-teman semua kali ini saya mau cerita bagaimana deg-deg sernya menunggu pengumuman hasil kelulusan.
Diawali dari hari Kamis tanggal 23 Mei 2013. Awalnya saya biasa saja menghadapi kelulusan haha tak ada ritual istimewa seperti mandi kembang tujuh rupa atau bersemedi di puncak gunung Jayawijaya ( Emang mau ngapain pula mandi kembang tujuh rupa? Kayak mau ketemu hantu aja di sekolahnya hahahaha ) . Itu awalnya, menjelang siang saya memutuskan untuk mencari hiburan di jejaring sosial Face***k. Waaah sudah banyak rekan-rekan sejawat dari berbagai wilayah yang mengupdate status tentang kelulusan. Belum lagi saya teringat 20 paket ujian (ya meskipun saya hanya ngerjain 1 saja ). Di saat kegalauan tak tertahankan lagi akhirnya saya putuskan menghubungi dua orang sahabat saya via FB dan SMS. Dan tanpa saya sangka ternyata saya yang paling galau di antara mereka. Sungguh ngenes.:scream:

Hari yang ditunggu pun tiba. Jumat 24 Mei 2013. Saya berusaha tampil sebaik dan setenang mungkin tak lupa minta doa restu orang tua. Dan ternyata pula acara pelulusan belum di mulai. Saya manfaatkan moment menunggu itu untuk berkirim SMS dengan sahabat-sahabat di sekolah tetangga yang pengumuman kelulusannya beda jam dengan sekolah saya. Dan jreng-jreng tibalah acara puncak setelah pengarahan. Amplop putih berlogo sekolah pun dibagikan bersama surat undangan pelepasan untuk orangtua siswa. Kami tidak diperkenannkan buka amplop sebelum ada instruksi (saat itu saya harap amplopnya transparan biar bisa diintip walaupun gak ). Lalu setelah instruksi dari guru satuuuuuu....... duaa..... tigaaaaa..... jreng! Saya langsung memeluk teman di sebelah kami lulus. Dan tepuk tangan membahana serta sujud syukur dan ucapan lega membahana diseantero masjid sekolah. sensorngakaksensorngakak.

Itu ceritaku bagaimana cerita kalian?

Sabtu, 20 April 2013

FUNNY, CRAZY MOMENTS WITH THEM

Diposting oleh Icha Tisa di 07.05 0 komentar
Haiiii semua lama saya tak memposting di blog ini . Ya tahu sendirikan saya baru saja keluar dari pertapaan dan hibernasi blog hehe bukannya tidak kangen nulis dan curhat segala macam tapi Ujian Nasional yang kece, cetar, membahana sudah lebih dulu melambaikan tangan ingin segera saya hapiri. Yaaa hari ini tepat dua hari saya menyelesaikan UN tepuktangan tepuktangan.  UNnya sungguh cetar membahana 20 paket, barcode dan soal yang unyu-unyu. Ehhh, kok malah jadi curhat ya? Gak apa-apa daripada nyesek di pendam dalam lubuk hati terdalam. Cielah   sengihnampakgigi.

UN selesai artinya sebentar lagi saya akan mengakhiri masa putih abu, sedih juga ya ::( . Padahal ya walaupun ada juga saat menyebalkan dan tidak menyenangkan ada banyak hal yang saya daptkan selama putih abu. Dan kali ini saya bakal cerita beberapa hal konyol, lucu, aneh, gila yang pernah saya alamai selama jadi siswi putih abu SMAN 1 Banjar.

1. Siapa kamu? 
Peristiwa ini terjadi ketika awal masuk kelas XI dan saya baru resmi menjadi anggota XI IPA 2 alias INSECT. Saya belum pada kenal apalagi hapal dengan semua nama anak-anak Insect. Tepatnya ketika libur menjelang Idul Fitri. Saya dan mama sedang berbelanja makanan di salah satu toserba di kota Banjar. Tiba-tiba ada seorang ibu-ibu bersama anaknya menghampiri mama. kebetulan saya sedang di bagian sayuran dan mama sedang memilih buah kelengkeng. Ibu itu menyapa mama dengan akrab lalu bersalaman. Begitupun mama. Saya yakin awalnya sang ibu menyangka mama adalah Uwak Eni, uwak yang jadi bidan. Setelah selesai memilih sayuran saya hapiri mama yang sedang ngobrol. Dan baru sadar kalau saya kok kayak kenal dengan anak muda yang bareng itu tersebut. Anak itu kok kayak nurut banget. Saya pelongin tuh wajahnya eh ternyata dia sadar lalu tersenyum saya pun senyum hemat karena bingung memikirkan siapa dia? Saya ngerasa pernah melihatnya di lingkungan sekolah namun entah kapan. Karena penasaran saya tanya mama ketika ibu dan anak itu sudah pergi. Ternyata ibu tadi adalah istri dari pak haji E***, pemilik toko bangunan di daerah Do**. Nah dua minggu kemudian ketika saya masuk kelas saya baru sadar dia adalah teman sekelas saya yang namanya Veri Tri Saputra. Haha so sorry Ver saya belum tahu namamu waktu itu.  peace peace . Peace brooo Haha.

2. Tom n' Jerry
Kalian pasti penasaran sama judul di atas. Apa hubungannya coba Tom n' Jerry sama pak Habibie? Haha emang gak ada hubngannya tapi cerita saya ini yang ada hubungannya. Flashback ke kelas XI jam pelajaran PLH. Guru yang seharusnya mengajar di kelas tiba-tiba mendapat tugas pergi ke Dinas Pendidikan. Walhasil kelas kami diberi tugas. Tapi karena bosan, entah siapa yang mengawali kamipun lalu menonton film. Bukan film biasa tapi TOM N' JERRY! Hhaa  :devilishgrin:. Kami kira guru tak akan kembali ke kelas. Ketika kami sedang khusyuk menonton tiba-tiba jreeeeng guru PLH masuk saat film belum distop. Kontan kami kaget. Dan ternyata guru kamipun juga kaget karena suasana kelas sepi disangkanya kami sedang asyik mengerjakan soal.

3. Ibu Telah Dipanggil oleh Alloh 
Jika kalian mendengar kalimat ini pasti memikirkan hal yang bukan-bukan. Begitupun aku dan kawanku Yunisa. H-2 menjelang wali kelas kami Bu Yani  berangkat ke tanah suci Mekkah, kami bersepakat untuk makan bersama sekalian syukuran dan kasih kejutan sama ibu. Nah tibalah waktu berdoa dipimpin oleh temanku. Saat temanku tengah berdoa dan kami sedang khusyu tiba-tiba dalam doa terselip kalimat "alhamdulillah ibu telah dipanggil oleh Alloh" kontan aku dan Yunisa ingin tertawa karena yang ada dalam pikiran kami dipanggil adalah meninggalkan dunia fana.

4. Bapak Akan...
Ini peristiwa masih segar dalam ingatan. Awal kelas XII kelatika jam pelajaran Bahasa Indonesia. Entah apa yang ada dalam pikiran saya hingga menjawab pertanyaan guru sekonyol itu. Guru saya bertanya " Tisa, sebentar lagi bapak akan?"
Lalu spontan saya menjawab "Bapak akan meninggal." Dan teman-teman yang mendengar pun pada ketawa. So Sorry pak bukan maksud doaian gitu tapi kalau denger kalimat itu kan identik.

5. Saya Tidak Sesak Napas, kak...
Awal masuk SMA semua siswa ikut malabar kecuali yang sakit. Ada satu kejadian yang selalu saya ingat. hari terakhir malabar kakak-kakak pendamping sedang menasehati lebih dekatnya ngomel bicara panjang lebar dengan emosi. Mood saya waktu itu lagi jelek. Saya paling gak suka denger orang ngomel-ngomel terlalau panjang, apalagi kaki saya malamnya terkilir. Tersandung patok di tenda. Saya lupa kalau tenda itu ada patoknya. Dan konyolnya saya malah makan buah-buahan dan hanya beberapa suap nasi. Walhasil perut sedikit perih. Kan kalau yang sakit kepala bisa megang kepala. Lha kalau terkilir mesti gimana? Kan gak lucu kalau megang kakai kayak yang kram. Akhirnya timbul ide gila itu. PURA-PURA PINGSAN. Pertama-tama saya pegang kepala, pura-pura mijit kepal, lalu bilang"Aduuuh pusing", sedikit terhuyung-huyung lalu pingsan deh ke belakang. Lhaa kakak-kakak petugas kesehatan panik dikira aku pingsan beneran. Lalu mereka nanya sakit apa, dengan akting bak Kate Wislet atau Kristen Stewart saya pilang sakit ini, nunjuk deket perut, sesek Tehhh. Ehhh dikiranya saya sesak napas, malah dikasih es batu pake sapu tangan suruh dihirup. Dan malangnya tak lama kemudian ada siswi lain yang sepertiny sakit nggak tau kecubit yang gaib. Hahahaha parah niatnya menenangkan mood malah deket sama yang kemasukan.

Bagaimana pendapat kalian semua? Hal konyol dan gila yang pernah saya alami. lain kali saya ceritakan hal-hal lainnya. Give your opinion about this please. 

Senin, 31 Desember 2012

CURHATAN DIRECTIONER

Diposting oleh Icha Tisa di 06.01 0 komentar
Hai all my sweet bloggers kita berjumpa kembali!
Kali ini aku tidak akan memposting artikel ataupun sebuah cerita. Tapi postingan kali ini lebih seprti gabungan antara cerita, artikel, fakta dan curhatan kegilaan seorang fans. 
Okay guys sebelum aku menceritakan lebih lanjut lihatlah foto ini baik-baik !

Tahukah kalian siapa mereka? ONE DIRECTION , yup they are The Boys. Di sini aku tidak akan menceritakan sejarah terbentuknya One Direction dan bagaimana kelima cowok tampan dan normal ini bisa bergabung menjadi One Direction karena sudah terlalu banyak tulisan yang menanyangkan hal serupa dan jika kalian masih awam dan hanya tahu One Direction tapi gak tahu identitas mereka, kalian dapat pergi ke alamat ini Sejarah One Direction . Well atau kalian juga dapat mengunjungi situs ini One Direction music .
Tapi kayaknya agak aneh kalau aku berbicara panjang lebar tanpa kalian mengerti siapa saja yang aku bicarakan. Okay sebelum aku bercerita lebih lanjut aku beri perkenalan singkat tentang kelima member One Direction.
Taaraaaaaa inilah mereka...

1. Liam Payne
Here, his name is Liam Payne. Liam itu sering dijuluki sebagai Daddy Directioner, pembawaannya emang kalem dan kalo ada gosip ataupun berita miring yang menerpa One Direction atau member lain Daddy Leeyum gak jarang nenangin para Directioner dengan tweet ataupun statusnya. Tapi kalo kalian suatu hari ketemu sama Daddy dan pengen ngisengin dia aku tahu kok caranya, kasih saja daddy hadiah sebuah sendok dia pasti lumayan ketakutan karena Daddy memang phobia sendok. Dan ini adalah akun twitternya Daddy Liam @Ream_Liam_Payne

2. Zayn Malik
He is Zayn Malik. Kalo kalian lihat wajah Zayn pasti ada yang berfikir, kok wajahnya kayak gak asli Eropa?  Karena dia memang campuran Eropa dan Asia. Dia mewarisi darah Pakistan dari ayahnya tepatnya kakek Zayn adalah seorang Pakistan. Ibunya Zayn adalah orang Inggris dan dia juga mempunyai darah Irlandia yang didaptkan dari nenek pihak ibunya. Dia itu satu-satunya member yang beragama Islam di One Direction. Here, akun Twitter Zayn @zaynmalik .

3. Niall Horan
He is Niall James Horan. Niall, satu-satunya Irish di One Direction. Dia juga yang paling hobi makan dan makan. Tmpat makan favorit Niall adalah Nandos. Tapi dibalik semua keimutannya dia takut gelap makanya dia kalo ketemu Niall jangan ngerubutin dia ya :). Niall juga takut sama Merpati lho. Dan ini akun Twitter Niall @NiallOfficial

4. Louis Tomlinson
He is Louis William Tomlinson. Louis adalah anggota tertua di One Direction walaupun begitu dia yang paling konyol dan kocak. Louis senang memakai baju garis-garis. Dan tahukah kalian siapa cewek beruntung  yang jadi pacar Louis? Yap her name is Eleanor Calder. Dan akun Twitter Louis adalah @Louis_Tomlinson

5. Harry Styles
He is Harry Styles. Dia adalah anggota termuda One Direction, lahir tahun 1994. Harry memang bisa dibilang adalah anak mami, dia sering menelpon ibunya bahkan hingga 4 kali sehari. Dan ini dia akun Twitter Harry @Harry_Styles .



Awalnya teman-teman di kelasku pada booming lagu What Makes You Beatiful juga video clip What Makes You Beatiful. Pas pertama kali lihat video itu sih biasa aja. Malah kupikir apa bagusnya lima cowok ini? Karena jujur saja sebelum 1D satu-satunya boyband yang aku anggap normal adalah Westlife. Meskipun bukan haters boy and girl band tapi aku gak terlalu suka. Kalo aku gak salah bulan Agustus WMYB udah ada di HPku tapi bukan berarti udah suka. 

Saat itu pertengahan Oktober 2012, ketika aku sedang iseng-iseng di Youtube nyari lagu Westlife lalu di antara sekian banyak hasil ada 1 video yang menarik hatiku, ini link videonya kalian bisa tonton One Direction Total Eclipse of My Heart. Saat itu aku cuma iseng buka video itu dan tanpa aku bisa jelaska, tiba-tiba aku jadi suka One Direction. Dan itu pertama kali aku menggemari penyanyi karena kesadaran diri sendiri. Member pertama yang sukses memikat hatiku di video itu adalah Liam. Hey daddy you stole my heart!

Tapi aku bukan Directionators, aku adalah Directioners! Lalu setelah melihat video itu aku mulai mencari semua tentang mereka. Dan aku sekarang menggemari mereka semua. Terlepas dari haters yang mengatakan apapun tentang mereka aku melihat mereka dari sisi positifnya. Ya aku juga hampir sama dengan Directioner lain yang berteriak-teriak ketika melihat video atau penampilan The Boys, berharap mendapat mention dari mereka, haha tapi tennag saja aku gak nyampe bermimpi pengen jadi pacar mereka. Haha terlalu makan hati menurutku lagian someone take my heart before daddy stole it. Harapanku sedikit beda sama Directioner lain. Aku pengen ketemu sama mereka, berkomunikasi, haha bahkan mungkin jadi teman yang baik atau adik. Kadang aku juga ngebayangin gimana rasanya Lomba makan bareng Niall? Atau sekedar memnita Liam memegang sendok selama 5 menit? Bermain Truth or dare bersama The Boys dan Hangout together with The Boys in London.
Oh How I wish that was me.

Here some photos, The boys





Senin, 03 Desember 2012

BUKAN SAHABAT BIASA

Diposting oleh Icha Tisa di 07.00 0 komentar

Aku tak pernah mengerti terbuat dari apa hatimu sahabat? Mengapa kamu tak pernah melawan atau balik menghina orang-orang yang meremehkanmu? Saat aku, Kak Harry dan Kak Dani habis-habisan menyerang orang yang merendahkan cita-citamu di jejaring sosial kamu malah tersenyum dan menyuruh kami membiarkan orang itu juga memaafkannya tanpa syarat. Kamu malah berterima kasih pada orang itu karena sudah menyadarkanmu untuk berlari menemui mimpimu. Saat tetanggamu menyindirmu dan mengatakan bahwa mustahil kamu bisa masuk ke Institut impianmu tanpa uang puluhan juta mengucur dari balik sakumu. Kamu cuma berkata, terima kasih atas informasinya. Kapan sih kamu bisa marah dan mengeluarkan emosi secara baik seperi kami para sahabatmu? Bahkan sampai  ketika aku dan dua orang sahabatmu mulai dilanda demm seleksi universitas, kamu masih santai tak tergoda untuk mengikuti jejak kami mendaftar di setiap universitas dengan jurusan berbeda. Kami sudah habis-habisan membujukmu untuk memiliki pilihan kedua atau ketiga kau malah menertawai kami. Menurutmu kami bertiga sudah mirip kelinci-kelinci yang merelakan dirinya dijadikan  percobaan oleh para ilmuwan. Kami bertiga sudah tak tahu lagi apa yang mesti kami lakukan padamu? Karena kami khawatir kau akan terjatuh saat meniti tangga mimpi dan tak mampu bangun lagi untuk kembali mendaki.
*******
            Hari ini pendaftaran SNMPTN mulai dibuka tapi sayang aku tak melihat Arip di kelas kemana ya dia? Atu sudah daftar duluan ke ruang BK? Lalu bergegas aku ke ruang BK mungkin Arip, Kak Harry dan Kak Dani ada di sana ikut mengantri bersama siswa kelas XII lainnya menunggu giliran untuk mengisi formulir. Tapi di sana hanya ada Kak Harry.
            “Kak, mana Arip sama Kak Dani?”
            “Bukannya Arip sama kamu Nis? Tadi pagi dia telpon ke aku, katanya mau berangkat sekolah bareng kamu. Kalo Dani sih dia ijin mau ngurusin pendaftaran di univeritas swasta yang ada di Bandung katanya.”
            “Hah?Nisa ke sekolah dianterin papa gak sama Arip lagian tadi pagi aku nelpon Arip, nomornya lagi gak aktif.”
            “Aneh bener itu anak, gak biasanya. Ya udah tungguin aja siapa tahu dia lagi di jalan. Kalau sampai siang dia gak ada baru kita telpon lagi.”
            “Kita samperin aja ke rumahnya.” Usulku.
            “Oke baiklah daripada kita penasaran. Kupikir ada hal yang dia sembunyikan dari kita bertiga selama beberapa hari ini.”
            Sampai siang aku masih menunggu Arip. Kursi di sampingku tetap kosong, pemiliknya tak menampakkan batang hidungnya. Apa mungkin dia sakit? Penasaran kubuka buku agenda kelas. Ternyata ada sebuah surat dan aku kenal tulisan di suart itu, miri dengan tulisan ibunya Arip. Ternyata itu adalah surat ijin. Aneh baru kali ini dia ijin tanpa ngasih atu kabar ke kami bertiga.
            Aku sudah tak sabar menunggu bel pulang berbunyi untuk mengonfirmasi keberadaan Arip saat ini. Buak apa-apa, aku dan Kak Harry khawatir padanya. Sudah 5 tahun kami bersahabat, tepatnya sejak kelas 2 SMP. Jadi bisa dibilang kami berempat sudah saling athu apa kelemahan, kelebihan masing-masing. Dan Arip terutama, dia adalah yang paling santai di antara kami berempat namun dia juga yang paling ngotot. Jika dia sudah memiliki keinginan terhadap suatu hal maka dia akan berusaha meraih hal itu tanpa mempedulikan kondisi kesehatannya. Padahal dia hanya hidup mengandalkan satu ginjalnya. Ya dia memang memiliki suatu penyakit yang bersarang ditubuhnya sejak dua tahun yang lalu. Sebelah ginjalnya sudah tidak berfungsi lagi dan 6 bulan yang lalu dokter menyarankan Arip untuk melakukan transplantasi ginjal, karena ginjalnya yang satu lagi tak bisa bekerja maksimal dan  berakibat pada diri Arip.
            Aku masih ingat 3 bulan yang lalu saat kami sedang sibuk mengikuti bimbingan untuk mengikuti lomba karya tulis ilmiah remaja berkelompok. Dia yang paling bersemangat mengikuti lomba itu. Pulang sore bahkan hampir pukul 6 sore ketika kami berempat keluar dari gerbang sekolah. Cuma dia yang masih bisa tertawa-tawa dan bersemangat padahal aku, Kak Harry, dan Kak Dani sudah kelaparan dan membayangkan betapa menyenangkannya jika dapat sampai di rumah sesegera mungkin. Tapi ada satu hal tentang dia yang luput dari perhatian kami. Makanannya. Arip memang bisa memakan apapun dengan lahap tak peduli apakah itu junk food ataupun bukan. Dia memang tak bisa memakan junk food dan makanan insan sesering kami bertiga karena ginjalnya tak seperti ginjal kami. Namun karena dia tak menyukai adanya perbedaan dan perhatian khusus maka dia sering memaksa ikut makan makanan instan ketika kami terpaksa makan makanan itu di dekatnya. Maka ketika observasi dan karya ilmiah kami sudah berikan ke pihak sekolah untuk dikirim pada penyelenggara esoknya kami mendapat berita mengejutkan, Arip dirawat di rumah sakit. Ternyata selama kami mengerjakan proyek tersebut Arip sering makan mie insatan tanpa sepengetahuan kami. Aku masih ingat wajahnya pucat badannya agak lebam. Untung saja waktu itu dia hanya 3 hari berada di rumah sakit, dan hebatnya yang tahu dia dirawat di rumah sakit hanya kami bertiga di kelas. Dia tak ingin orang lain mengetahui keadaan dia yang sebenarnya. Semua orang di sekolah mengenalnya sebagai Zain Aripin Malik, siswa rajin penuh semangat dan jarang sekali terlihat lelah atau mengantuk di kelas seperti yang kadang kami lakukan di kelas jika pelajaran terasa membosankan. Aku ingat waktu itu aku mengantuk sekali saat pelajaran fisika dan dia memergokiku, “Nisa, bangun! Jangan tidur di kelas, kasihan orangtuamu udah bayar SPP mahal tapi anaknya malah tidur di kelas.” Dia mengatakannya dengan nada yang biasa tapi apa yang dia katakan sudah cukup membuat mataku untuk membuka kembali dengan sadar. Dia memang sangat peduli pada orangtuanya.
            Ternyata cukup lama juga aku memikirkan sahabatku yang satu ini, hingga tanpa sadar Kak Harry sudah berada di depanku. “Hooi jangan ngelamun terus! Katanya mau ke rumah Arip. Yuk cepetan mumpung belum hujan.” Kak Harry ternyata memang benar meu mengajakku berkunjung ke rumah Arip. Memang kami sudah sering kumpul berang di rumah Arip karena rumahnya yang paling menyenangkan karena tidak terletak di pusat kota sehingga jika kami butuh ketenangan kami pasti datang ke rumah Arip. Namun kali ini aku dan Kak Harry ke sana denga sejuta tanda tanya. Dan tanda tanya itu mulai terjawab ketika kami bertemu dengan adiknya Arip.
            “Kak Nisa, Kak Harry mau ngapain ke sini? Kak Zainnya juga lagi gak ada di rumah.” Ujar Fino adik Arip yang  berusia 12 tahun. Dia memang memanggil Kakaknya dengan nama depannya, Zain.
            “Memangnya Kak Zain lagi ke mana? Atau lagi ada acara keluarga ya? Kok kamu gak ikut?” Ujar Kak Harry ikut-ikutan manggil Zain.
            “Kakak tadi malam berangkat ke Bandung. Dia nitip pesan sama aku katanya kalau Kak Harry, Kak Nisa sama Kak Dani nanyain bilangin Kak Zain minta maaf gak sempat bilang sama Kakak bertiga.”
            “Memangnya Kakakmu ngapain ke Bandung mendadak?”
            “Kata Kak Zain mau daftar di universitas, tadi malam dia cerita katanya pendaftaran beasiswa penuh jalur mandiri sudah dibuka sejak seminggu yang lalu dan ditutup besok makanya Kakak tadi malam langsung berangkat ke Bandung. Oh ya Kakak nitip surat buat Kak Harry sama Kak Nisa.”
            Ya ampun ternyata ini yang dikejar Arip hingga rela bolos sekolah. Beasiswa. Tak lama kemudian Fino kembali dengan membawa sepucuk surat yang dia serahkan kepada Kak Harry. Ternyata benar itu adalah surat darinya.
            Buat Nisa, Harry dan Dani. Maaf kalau aku tidak sempat pamit pada kalian. Jangan khawatir aku hanya dua hari di Bandung. Seperti biasa jangan bilang siapapun aku melakukan ini, kecuali jika aku berhasil mendapatkan beasiswa itu.  Kalau guru-guru atau teman-teman menanyakan keberadaanku bilang saja kalau aku sedang ada acara keluarga di luar kota. Beasiswa ini bakal ku kejar sampai dapat mungkin bidik misi bakal ku lepaskan. Aku ingin berbuat lebih dibanding dengan yang dilakukan teman-teman kita sesama pengejar beasiswa di sekolah, makanya aku bakal berusaha. Do’akan aku kawan, aku sayang kalian semua.
Zain Aripin Malik
            Beasiswa macam apa sih yang dia kejar saat ini? Mengapa malah melepaskan bidik misi yang sudah jelas di depan mata? Sepertinya Kak Harry pun memiliki pikiran yang sma denganku.
            “Nisa, perasaan gak ada beasiswa jalur mandiri ya?”
            “Iya kak aku juga baru tahu ada beasiswa semacam itu. Atau mungkin itu program baru kak?
            Dua hari kemudian. Arip menepati janjinya, dia kembali sekolah. Dan seolah tahu sahabat-sahabatnya hendak mengintrogasi dia pun memanggil kami bertiga. Ternyata beasiswa yang dia incar memang bukan beasiswa biasa. Itu adalah sebuah penuh yang disediakan oleh pemerintah negra Inggris. Basiswa itu disediakan untuk 10 orang siswa. Dan nantinya ke sepuluh orang it akan ditempatkan di tiga universitas di Inggris. Dia memang sudah lama ingin pergi ke luar negeri dan dia pikir inilah saat yang tepat baginya untuk membuktikan pada semua orang bahwa tanpa uang yang banyak pun dia bisa pergi ke luar negeri dan mengenyam pendidikan di negra maju. Ternyata kemarin dia pergi ke Bandung hanya untuk mendaftar dan tes penerimaan sendiri dilakukan di kantor dinas pendidikan setiap kota. Menurutnya memang bukan hal yang mudah untuk melewati ke 5 tahapan tes tersebut apalagi pada tahap ketiga di mana dia harus menampilkan kesenia khas daerah masing-masing dan seleksi ke lima adalah puncak dari segalanya. Tahap yang ditakuti Arip karena setiap calon penerima beasiswa akan diwawancara secara langsung oleh duta besar Inggris untuk Indonesia dan wawancara itu dilakukan di Jakarta. Walaupun dia pintar dan cerdan namun satu hal, kemampun berbahasa Inggrisnya tidak selancar dan sebagus kami bertiga.
            “Tenang saja sob, bahasa Inggris gampang kok. Kita semua bakal bantuin kamu. Oke mulai besok setiap kamu ada waktu kita bakal melatih dan membntumu meningkatkan kemampuan berbahasamu itu. Setidaknya walau gak fasih kamu bisa berbicara dan memahami apa yang diucapka orang lain.” Kata Kak Harry.

            Esoknya Arip sudah mulai sibuk dengan segala seleksi dan persyaratan yang harus dia penuhi untuk mengikuti beasiswa tersebut. Sepertinya seleksi yang diadakan selama seminggu tersebut menguras habis energinya. Hal itu terlihat saat kami berempat sedang berkumpul di dekat lapangan basket ketika Arip memberitahu kami semua bahwa dia lolos ke seleksi tahap terakhir. Ditunjukkannya surat undangan untuk megikuti wawancara di Bandung. Wawancara yang akan diadakn sehari setelah seleksi tahap ke empat diumumkan. Itu artinya Arip harus segera berangkat ke Bandung malam ini juga.
            “Hebat kau kawan, tak akan ada yang menyangka kamu berani bertindak sejauh ini.”
            “Aku berani melakukan ini karena aku ingin perubahan. Biar saja ibuku tukang jahit dan ayahku pedagang eceran tapi aku harus bisa menjadi manusia yang lebih dari kedua orangtuaku. Aku ingin menaikkan derajat kedua orangtuaku di mata masyarakat. Aku tak mau lagi ada yang menganggap aku bisa sekolah di sini hanya karena belas kasihan pihak sekolah, namun karena aku memang pantas berada di sini.” Kmi yang menjadi pendengar setia, semakin kagum dengan keteguhan hati sahabat kami.
            “Kita selalu mendukung dan berdo’a untukmu sahabatku, saudaraku. Tapi satu hal yang perlu kau ingat jangan porsir tubuhmu dan kembali melakukan hal konyol dengan bertahan hidup memakan junk food. Kita gak mau lihat saudara kita terbaring lagi di rumah sakit dengan selang infus yang menakutkan.” Ujar Kak Dani disambut senyuman oleh Arip.
            “Tenang saja aku gak bakal seperti itu lagi. Aku bakal berusaha, lagian siapa sih yang mau diomeli oleh adik kita yang satu ini, dengan segala teori hidup sehat yang selau dia ajarkan padaku padahal dia sendiri gemar makan junk food dan makanan instan.” Ujara Arip melirik ke arahku dan disambut gelak tawa yang lainnya.
*******
            Sudah empat hari sejak kepergian Arip ke Bandung tapi di belum juga kembali ke sekolah. Dan hari ini datang surat keterangan sakit disertai surat dokter. Disusul satu pesan singkat yang datang dari Fino saat aku sedang bersama Kak Harry dan Kak Dani.
            Kak Zain masuk rumah sakit semalam. Penyakitnya kambuh. Dan sejak semalam dia terus menanyakan kalian bertiga. Kumohon kakak semua datang RSUD. Kak Zain membutuhkan kalian bersamanya.Fino.
            “Astagfirulloh, sudah kuduga dia bakal seperti ini lagi.” Ujar Kak Dani.
            Akhirnya kami bertiga memutuskan untuk pulang sebelum jam pelajaran berakhir dan segera menuju RSUD. Untung sja piket hari itu adalah guru BK. Satu- satunya guru yang tahu keadaan Arip, itupun seminggu lalu saat kami dipaksa bercerita oleh beliau. Aku tak kuasa menhan air mata lagi saat melihat sahabat sekaligus sosok kakak bagiku terabring tak berdaya di ranjang rumah sakit. Tubuhnya dipenuhu berbagai jenis selang. Lebih lebam dari tiga bulan yang lalu. Dan ketika kami bertanya keadaan yang sebenarnya pada ayahnya berita mengejutkan itu datang. Arip harus segera mendapat ginjal baru dalam tiga hari ini kalau tidak nyawanya tidak akan tertolong lagi. Gila saja, memangnya semudah itu menemukan ginjal yang cocok? Keterlaluan! Hidup Arip hanya tergantung pada apa yang terjadi dalam jangka waktu tiga hari ini.
            Ginjal ayahnya memang cocok namun tak bisa didonorkan karena ayahnya pun hanya memiliki satu ginjal yang berfungsi sedangkan ginjal milik ibu dan adiknya tak cocok. Pihak rumah sakit pun sedang berusaha mencari ginjal yang cocok untuk Arip dan sudah mulai memeriksa sanak saudaranya yang lain untuk menemukan satu ginjal tersebut. Namun rupanya nasib baik belum berpihak pada Arip dan kami semua.
            “Aku gak mau lagi kehilangan seorang adik. Sudah cukup aku kehilangan satu-satunya adik kandungku 5 tahun lalau. Aku tidak mau Arip meninggalkan kita untuk selamanya. Baiklah aku akan berbagi kehidupan dengan Arip. Gak apa-apa aku jidup denga satu ginjal yang penting dia tetap hidup.” Tiba-tiba suara Kak Harry dengan mata yang berkaca-kaca mengejutkanku.
            “Maksudnya?” Tanya Kak Dani.
            “Aku bakal membeikan satu ginjalku untk Arip asla dia bisa kembali ke kehidpan ini.”
            “Kau pikir aku akan membiarkanmu bertindak sendiian? Aku juga akan mengikuti tes itu. Buat jaga-jaga kalau ginjalmu tak cocok.”
            “Nisa juga kak. Nisa gak mau kehilangan satupun kakak Nisa.” Ujarku mengejutkan mereka berdua mereka
            “Lalu bagaimana dengan orangtuamu?”
            “Mereka sudah merestui keinginanku itu.”
            Lalu mulailah saat menegangkan itu kami bertiga diperiksa kesehatan dan kecocokan ginjal. Ternyata ginjalku dan ginjal Kak Harry yang cocok. Namun dokter memutuskan ginjal Kak Harry yang dipakai. Operasipun segera dilaksanakan. Kami berdua dan keluarga Arip menunggu dengan penuh kecemasan di luar pintu ruang operasi. 7 jam kemudian operasi selesai dan kami sudah diijinkan melihat kondisi mereka berdua. Rupanya Kak Harry sudah sadar, dan Arip mulai sadar.
            “Lho, Kak Harry kok kamu ada di sini?” Arip kaget melihat Kak Harry ikutan terbaring di rumah sakit.
            “Gak apa-apa kali nememin adikku yang senang dengan segala kenekadannya sampai gak inget sama ginjal di ubuhnya.” Ujar Kak Harry sambil tersenyum.
            “Woy Rip jaga tuh ginjalmu yang baru pemberian istimewa dari kakak sulung kita Bang Harry.” UjarKak Dani.
            “Jadi ini ginjalmu kak? Knapa kamu malah memberikannya padaku?”
            “Santai saja aku masih bisa bertahan hidup, yang penting kita sama-sama hidup. Aku gak mau ditinggalin sama kalian bertiga sob.”
            Saat kami sedang berbincang hangat ada sms masuk ke ponselku dari guru BK.
            Anisa tolong sampaikan pada Arip tadi saya menerima surat dari Kedubes Inggris. Permohonan beasiswanya diterima dan dia ditempatkan di Universitas Cambridge fakultas teknik.
            Segera kubacakan pesan itu agar semua yang ada bisa mengetahuinya.  Arip langsung berucap syukur. Kami bahagia apa yang dia perjuangkan selama ini hingga terbaring lelah di rumah sakit tak sia-sia. Selamat kakak kami bangga padamu.

[+/-]

BAPAK, PETUALANG SATU KALI PEMIMPI SEJATI

[+/-]

JALAN (PERJALANAN MENUJU KEDOKTERAN UMUM UMY 2013)

[+/-]

RESUME JURNAL TROPICAL DISEASES SPESIFIKASI DBD

[+/-]

Kelulusan VS Kegalauan

[+/-]

FUNNY, CRAZY MOMENTS WITH THEM

[+/-]

CURHATAN DIRECTIONER

[+/-]

BUKAN SAHABAT BIASA

 

Menggapai Mimpi Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos