Sabtu, 21 September 2013

PERUBAHAN

Diposting oleh Icha Tisa di 08.09 0 komentar
Haiii lagi rajin posting nih. Sebenarnya ini bukan cerita baru melainkan repost tulisan saya yang dimuat di kompasiana.com . Siapa tahu ada yang belum baca,monggo dibaca yuk daripada malam minggu menggalau tak jelas.



Setiap hal di dunia ini pasti akan mengalami perubahan. Tak ada yang statis, hal-hal yang ad di dunia ini akan mengalami kedinamisan. Tak ada yang sekedar diam. Perubahan itu ada. Walau terkadang kita mengingkarinya, bukan? Bukan mengingkarinya hanya saja pikiran kita berkata mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku kira bukan sekarang mungkin esok atau lusa sepertinya akan lebih baik. Sebagian orang berpikir perubahan itu berjalan ke arah yang lebih baik dan menyenangkan namun dibagian lain ada yang merenungi perubahan dan dampaknya. Berusaha mengatakan tak akan ada yang berubahan meski terjadi perubahan dan semua  akan baik-baik sja ucap mulut mereka. Namun hatinya tetap berkata hal itu telah berubah dan berbeda dari dulu.
Ada yang berani berubah dan menginginkan perubahan. Sayangnya perubahan yang mereka lakukan tak konsisten. Ada pula yang takut untuk berubah. Sekali lagi bukan takut, namun khawatir perubahan itu menghilangkan sisi-sisi kehidupannya dan membawa serta kebahagiaan yang ada bersamanya. Siapakah yang sebenarnya salah? Aku, perubahan, keadaan, kau, mereka, atau bahkan tak ada satupun yang salah.
*******
Duduk merenungi apa yang telah terjadi selama ini. Cuma terdiam, bengong dan memandang kelap kelip lampu jalan raya di depan kamar kos. Apa sikapku selama ini padanya terlalu berlebihan, overprotektif kata teman-temanku. Ataukah kabar burung tentang perasaan lebih itu telah disampaikan angin padanya? Hingga dia enggan dekat denganku lagi. Mungkin dia merasa terkhianati karena kabar burung itu, terkhianati oleh seseorang yang selama ini sering berada disampingnya dan katanya berusaha mengubah perasaan yang telah terjalin menjadi tali kasih antara dua insan. Namun, mengapa dia mempercayai semua hal begitu saja? Jika dia memang mendapat kabar itu. Tapi di sisi lain, mungkinkah dia setega itu hingga terasa suatu perubahan? Perubahan yang dirasakan olehku tapi seperti tak ada yang beda menurutnya. Apa sosok lain lebih berarti bagi dia kini telah ada, maksudku telah ditemukan. Sosok perempuan manis, cantik, gemulai, lemah lembut dan tak pernah bicara panjang lebar. Ah, aku memang bukan siapa-siapa bagi dia. 
Apa aku harus menjauh dari kehidupannya seolah kita tak pernah berkenalan? Awalnya kita kan memang tak saling mengenal. Namun dia terlanjur menjadi bagian hidupku. Orang yang menciptakan sebagian tawa dan lelucon dalam hidupku, sosok yang menyediakan mata dan telinga untuk sekedar mendengar ocehan gadis ingusan sepertiku. Manusia yang tetap tertawa meski berkali-kali aku omeli seenaknya hanya karena sikapnya yang terlalu santai. Dia memang bukan seorang malaikat dia hanya manusia biasa namun tetap tak biasa di mataku. Menjauh dari hidupnya bukan hal mudah.
Kedekatan, sapaan akrab yang khusus sepertinya telah disalahartikan oleh beberapa orang. Termasuk oleh seseorang yang juga mengisi hatiku, namun berbeda posisi dengannya. Pernah tatapan  tak suka dia dapat dari seseorang itu, bahkan aku sendiri pernah mendapat sindiran "oh rupanya dia. Memang tampan dan cerdas. Kalau kau mencintainya lebih baik tinggalkan aku dan kembali padanya." Ucapan yang sukses membuat dia tertawa terbahak-bahak saat aku muncul dengan wajah mengkerut dan mata mulai memerah. "Ah sudahlah, kalau dia bilang seperti itu harusnya kau senang. Kalian belum ada status apapun dan ucapan dia tadi tanda dia juga menyukaimu. Bicaralah padanya nanti kutemani." ujarnya. Lalu kudatangi seseorang itu, wajah seseorang itu masih cemberut dan awalnya tak percaya dengan apa yang kukatakan melihat kedekatan dan cara kami saling menyapa. Aku memang menyayanginya namun bukan seperti perasaan padamu seseorang! Terima kasih kau akhirnya mau memahami bahkan bersmaku saat dia 'pergi'.
Minggu-minggu lalu, dua minggu lalu dia menghubungiku. Berbicara seperti biasa layaknya tak ada perubahan, handphonenya ternyata rusak dan aku telah salah paham karena menyangkanya sengaja menghilang. Aku merasa bahagia dia telah kembali, walau entah mengapa aku tetap merasa ada dinding tak tampak di antara kami berdua kini. Dia bilang untuk menemuinya di stasiun. Malam itu kuhabiskan dengan berbagai kemungkinan dan susunan cerita yang akan ku bicarakan padanya setelah sekian lama tak bertemu bukan karena berbeda kota, kesibukan masing-masing mungkin.
Seminggu setelahnya aku melihat dia. Tapi sepertinya lebih baik aku tak menemuinya. Telah ada seorang wanita di sana, bersamanya. Bukan cemburu. Aku tak mau disangka kekasihnya oleh perempuan itu atau orang yang menyukainya. Mereka terlihat begitu bahagia dan perempuan itu menggandeng tangannya. Aku pergi tanpa bertemu dengannya. Memilih ikut bahagia dan menghabiskan sepanjang hari itu dengan seseorang. "Kenapa kau terus bersikap seolah mengindarinya Ren? Aku tak kan marah lagi jika kamu dekat dengannya. Dia kan kakakmu hehe." Ujarnya.  "Terima kasih Do, kau mau memahamiku walau sampai sekarang kita masih tanpa status." sahutku tersenyum sebelum melanjutkan ucapanku.
"Aku takut Do,setelah dia menemukan seorang kekasih dia akan berubah, melupakanku seolah tak mengenalku lagi. Aku juga sadar diri kok, aku adik barunya yang datang setelah kmi tumbuh beranjak dewasa. Aku takut Do, dia mempercayai omongan orang bahwa yang kusukai adalah dia dan aku hanya memanfaatkanmu. Kamu masih ingtkan Do? Saat kita terakhir kali berkumpul bersma, kamu bertanya mengapa aku tak mengapa dia ikut serta? Waktu itu aku melihat dia sedang bersama seorang wanita aku pikir tak mau menganggunya, daripada nanti ajakan kita diacuhkan." ceritaku panjang lebar pada Aldo waktu itu.
"Perubahan itu memang ada dan kau harus meyakininya Ren. Semuanya akan baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kurangi egomu sedikit saja. Aku tahu kau merindukannya. Meskipun aku kini bebas bersamamu tapi aku juga tahu kau memerlukannya juga sosok kakak bagimu. Aku pernah ngerasain kok, bagaimana sedihnya saat orang yang kuanggap kakak terasa mengacuhkanku. Jangan ingkari hatimu seorang kakak dan adik itu tak perlu bertemu sedari rahim. Ada di antara adik dan kakak yang dipertemukan sesudah dewasa, di antaranya kamu dan dia. Dia kakak yang baik kok aku yakin." Ujar Aldo. Penuturannya barusan membuatku teperangah seakan aku baru sadar keegoisanku yang berharap dia yang datang lebih dulu dan ada saat aku sedih. Kemana aku selama ini, apa di baik-baik saja?
Dua hari setelah pertemuanku dengan Aldo masih tak ada kontak masuk dari dia, kakakku. Hingga satu pesan masuk ke handphoneku dari Aldo. "Ren, Repal sakit. Dia demam tinggi. Kalau dia masih bersatus sebagai kakakmu tengoklah dia bantu aku dan teman-teman menyembuhkannya." Dia sakit dan aku tidak tahu. Betapa cerobohnya aku sekarang. Setelah menyangka Aldo cemburu, lalu membiarkan seorang kakak sakit sendirian tanpa kutengok. Aku pergi ke sana bersama Aldo dan mendapati dia terbaring di tempat tidurnya, tersenyum lemah dan masih sempat mengajakku bergurau. Rasanya aku ingin memeluknya kalau saja aku tidak ingat dia sedang demam.
Perlahan kuhampiri dia di sisi tempat tidurnya, "kemana saja kamu Ren, apa sekarang yang jadi adikku Aldo heh?" tanyanya berhasil mengunci mulutku. Aku tak sanggup berkata keegoisan itu muali luntur meski setengahnya. Hatiku masih kesal karen dia pernah mengacuhkanku dan mengajakkku bertemu saat bersma perempuan lain. "Ah tidak aku kemarin sibuk." Ya sibuk dengan keegoisanku dan kekhawatiran. 
"Sibuk berduaan kali Ren sama Aldo haha." Dia malah menggodaku.
"Apa sih kak Repal, sudah diam nanti gak sembuh-sembuh." Tepat saat itu seorang perempuan masuk dan langsung menghampiri dia perempuan yang waktu itu aku lihat bersama kak Repal. Buru-buru aku beringsut ke arah Aldo dan memintanya mengantarkanku pulang. Aku beralasan pada Kak Repal, bahwa dosen menyuruhku ke kmpus untuk suatu urusan. Tapi aku tahu Aldo mengetahui yang sebenarnya.
"Ren, apa kamu mau hubungan kalian kembali seperti dulu? Rasanya kok aku kangen lihat duo aneh. Yang selalu tertawa. Kamu yang selalu mengomelinya setiap kali dia curi-curi pandang tiap lihat perempuan cantik, dan dia lalu mengejekmu sebagai nona galau."
"Aku juga Do apalagi. Kapan ya kita bisa berkumpul lagi?"
*******
Hari sudah semakin sore, namun aku masih di kampus. Menyelesaikan tugas di perpustakaan. Malas membawa daftar tugas yang bertambah untuk dibawa pulang. Lagian matahari masih bersisa sinarnya. Tinggal membuat bab penutup maka laporan yang sedang ku ketik ini selesai. Saat hendak mengambil pulpen pandanganku tertuju pada layar handphone yang sedari tadi ku simpan di tas. 7 panggilan tak terjawab dan 2 pesan masuk. Dari Aldo "Rena, maaf sepertinya hari ini aku tak bisa mengantarmu ke toko buku. Tenang ada yang menggantikanku dan aku yang memintanya." Satu pesan dari Kak Repal Bawel "Kamu di mana Ren? Kakak nunggu di parkiran kampusmu." Pesan itu hampir 1 jam yang lalu yang aku baru membacanya barusan. Bergegas aku bereskan semua pernak-pernik tugas pamitan pada penjaga perpustakaan. Semoga kak Repal masih ada.
Motor vespa berwarna putih tulang yang tak asing lagi. Dan pengendara berhelm merah. "Naik yuk cepetan aku lapar nih, ah kamu aku telpon gak diangkat. Udah lupa ya sama kakak sendiri? Atau berharap dijemput Aldo? Ayo naik cepetan, kita ke angkringan." Aku sempat terpaku untuk meyakinkan diriku bahwa yang dihadapanku adalah dia, sebelum naik ke motor vespa kesayangannya.
"Aku tahu kok teman-teman cerita terutama Aldo. Perempuan itu memang sedang dekat denganku, namun bukan berarti kau harus pergi? Ada hal dalam hidup yang tak perlu dipilih. Meskipun nanti aku jadi dengannya kau tetap adikku. Kamu tak akan kehilanganku, aku selalu ada di hatimu. Aku paham kok sifatmu selama ini semata karena kau tak ingin kehilanganku kan adik kecilku? Haha maklumlah aku kan kakak tertampan dan terimut di dunia ini." Ujarnya panjang lebar dan narsis seperti biasa saat sebelum ketakutanku datang.
Ya aku kini percaya perubahan, dan percaya dia tak pergi dia tetap kakakku. Kakak yang kutemukan setelah dewasa yang konyol namun mendapat tempat di hatiku.

BAPAK, PETUALANG SATU KALI PEMIMPI SEJATI

Diposting oleh Icha Tisa di 07.52 0 komentar


Dear Bloggers, netter semua. Jumpa lagi dengan saya Miss Dreamer yang penuh mimpi. Kali ini saya memposting naskah yang pernah saya kirim untuk lomba menulis cerita tentang ayah, sayang saya tak memenangkan lomba itu. Tak apa, toh naskah ini masih bisa saya share pada kalian.
Selamat membaca dan well happy Satnight all. ^_^.




“Bapak mengapa mama yang selalu mengantarku jalan-jalan keliling kota? Aku juga  mau jalan-jalan sama bapak selaki-kali boleh dong pak.” Kalimat itu beberapa terlontar dari mulut mungilku. Mengajak bapak untuk menemaniku jalan-jalan keliling kota. Bukan hal mudah mengajak bapak keliling kota. Ada saja akal bapak untuk menolak ajakanku itu mulai dari bereksperimen membuat alat-alat aneh seperti selang panjang untuk menyemprotkan pupuk cair di ladang dan sawah, hingga alat untuk melepas dan memasang lampu bohlam yang terbuat dari bambu dan kayu panjang yang kadang ditambah dengan karet untuk mengencangkan ikatan pada bohlam yang terdapat pada bambu. Dalam hal kreativitas bapak memang nomor satu, dialah ilmuwan dadakan yang jarang gagal. Namun dia bukan seorang pengelana yang dapat dengan mudah diajak berjalana-jalan.
Suatu hari aku iseng bertanya padanya “Pak apa gak bosan hidup cuma di daerah ini saja? Bapak sudah hampir setengah abad tapi tempat yang pernah dijamah bapak hanya kampung halaman bapak dan kota kecil tempat kita tinggal sekarang ini.” Bapak hanya tersenyum mendengar ocehan putri semata wayangnya. Lalu mulailah cerita yang sebenarnya terungkap. Pada satu masa sebelum mama dan bapak bertemu, bapak pernah menjadi pengelana bersama teman-temannya. Mengunjungi beberapa kota. Kata bak beliau pernah diajak mengunjungi satu kota yang aku lupa lagi namanya di sana bapak diajak menaiki satu tugu yang katanya kalau sampai di puncak bisa jadi pemimpin tapi bapak tak sampai di atas tapi aku senang bapak tak sampai di atas mungkin kalau bapak jadi pemimpin bapak lebih sibuk. Lagi pula bapak sudah menjadi seorang pemimpin untukku dan mama. Bapak juga cerita pernah berkunjung ke Banten. Dan di antara cerita perjalanan bapak yang paling kuingat adalah ceritanya ketika pertama kali berunjung ke kota Bandung. Bapak sama sekali buta tentang Bandung. Teman bapak saat itu adalah sebuah peta Bandung yang dibelinya di toko buku sesampainya di Bandung. Bapak ke Bandung bukan untuk bersuka ria melainkan mengurus dana pensiun milik yang menjadi hak kakek. Dan ternyata dalam selipan perjalanannya di Bandung, bapak mesti ke Jakarta karena ada surat yang diperlukan dari kantor pusat di Jakarta. Dan sekali lagi bapak pun buta total dengan ibukota Indonesia ini. Tapi bukan bapak rupanya bila tak meneruskan perjalanan dan urusan yang sedang dilakukannya. Dan hal yang aku kagumi dari bapak adalah bapak mampu menyelesaikan perjalanannya dan membuahkan hasil dengan keluarnya dana pensiun kakek. Tapi setelah itu bapak tak berminat lagi mengunjungi Bandung apalagi Jakarta. Untuk apa mengunjungi yang sudah pernah dikunjungi? Ujarnya. Jika kebanyakan orang senang melakukan perjalanan ke kota-kota lain lebih dari satu kali dalam hidupnya maka berbeda halnya dengan bapak. Satu kali sudah cukup, toh dalam sekali perjalanan saja sudah ada gambaran. Yang penting tujuan dari kedatangan kita ke kota tersebut terlaksana.
Bahkan bapak dapat melakukan perjalanan dadakan yang tak disangka oleh siapapun. Waktu itu aku dan seluruh keluarga besar berlibur ke Yogyakarta hanya kakek dan bapak yang tak ikut. Kebetulan saat itu juga sedang musim pendaftaran siswa baru dan kami sedang berada di salah satu sekolah menengah atas di Kota Pelajar untuk mendaftarkan kakak sepupuku. Dari ujung lapangan basket tiba-tiba kakak sepupu berteriak padaku “Dek, itu bapakmu kan?” Katanya seraya menunjuk arah lapangan basket. Awalnya kami tak terlalu percaya. Mungkin saja kakak salah melihat. Mana mungkin bapak menyusul dan untuk apa pula? Namun karena penasaran akhirnya pakde menghampiri sosok lelaki di ujung lapangan itu. Lelaki itu seperti tengah kebingungan mencari seseorang. Dan lelaki itu ternyata memang benar adalah bapak. Kami semua tak habis pikir dengan jalan pikirannya. Ternyata ide gila itu muncul begitu saja dari benak bapak ketika hampir tengah malam dan merasa kesepian di rumah sendirian bapakpun pergi ke stasiun dan membeli tiket kereta menuju ke Yogyakarta. Bapak bilang ingat bahwa bude sebelum pergi ke Yogyakarta bilang mau mendaftarkan kakak sepupu di sekolah ini. Lalu bapak pun terpikir untuk mencari sekolah yang dimaksud menggunakan jasa ojeg. Bekal informasi yang diketahui bapak hanya tentang pendaftaran kakak sepupu itu saja tidak lebih. Bahkan bapak tidak tahu di mana hotel tempat kami menginap. Bagaimana kalau bapak tersesat di kota sebesar ini? Tapi bapak tetap punya jawaban. Kalau bapak tak menemukan rombongan kalian ya sudah bapak tinggal cari penginapan atau beli tiket kereta untuk pulang kembali ke Banjar.” Belakangan ketika kami semua kembali ke kampung halaman kami di sebuah kota perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, Banjar Patroman, bapak baru mengaku kalau perjalanan dadakan itu tidak diketahui kakek sekalipun dan bapak hanya membawa selembar pakaian ganti. Kakek tidak berpikiran macam-macam ketika mengetahui bapak tak berada di rumah. Di sangkanya bapak berangkat mengajar ke sekolah, padahal nyatanya menyusul kami ke Yogyakarta. Itu merupakan perjalanan pertama dan terakhir bapak ke Yogyakarta. Saat kami hendak berlibur kembali ke Yogyakarta bapak menolak ikut. Sekali saja sudah cukup.
Perjalanan dadakan bapak bukan hanya ke tempat yang belum pernah dikunjunginya tapi juga ke tempat yang pernah dikunjunginya dengan cara yang tak biasa. Saat itu aku masih kelas 4 SD. Kami sekeluarga berat liburan ke rumah sadar nenek di Wonosobo. Lalu aku dan mama meminta jin sekalian mengajak bapak untuk ikut berlibur bersama kami. Namun sorot mata bapak menunjukkan ketidaksetujuan. Entahlah mungkin karena saat itu aku baru selesai sakit. Sambil menunggu bapak buka mulut kami lalu mulai berbenah bersiap-siap. Tapi hal yang tak duga muncul bapak menghilang tak ada di rumah ataupun di daerah sekitar rumah. Kami kebingungan karena bapak hilang. Hingga akhirnya aku dan mama meutuskan tak jadi ikut dan mulai mencari bapak. Terpikir dibenak mama kalau saja bapak mengunjungi rumah peninggalan kakek di Ciparay Ciamis ataupun ke daerah Cisaga. Lalu kami berdua berkendara motor menyusuri jalanan mencari bapak. Ketika kami hampir tiba di rumah kami yang lain di Cisaga, kami melihat sesosok lelaki tengah berjalan sendirian memakai kaos yang biasa dikenakan bapak. Itu bapak. Bapak berjalan kaki menuju Cisaga dari Banjar yang berjarak kurang lebih 5 km. Saat kami menanyakan alasan bapak melakukan hal ini ternyata bapak hanya merasa rindu pada rumah itu lalu memutuskan ke sana dan membersihkan rumah itu lalu tertidur dan baru bangun ketika hari sudah menjelang sore. Padahal kami sekeluarga sudah panik karena kami kira bapak pergi ke mana, dan awalnya kami tak menduga bapak ternyata ‘kabur’ ke tempat itu.
Saat masih menjadi seorang pemuda bapak senang mengunjungi tempat yang banyak dikunjungi oleh turis mancanegara. Dan tempat favorit bapak adalah Pantai Pangandaran. Sepertinya ini merupakan satu-satunya tempat wisata yang dikunjungi lebih dari satu kali. Alasannya sederhana. Bapak ingin berkenalan dengan bule-bule barat tersebut. Menurut bapak berbicara dan berkenalan dengan mereka itu menyenangkan karena bapak bisa mempraktekkan langsung komunikasi menggunakan bahasa Inggris. Dibalik sosoknya ada satu impian bapak yaitu mengunjungi New York Amerika Serikat dan London Inggris. Meskipun bapak menyadari keinginannya tersebut bukan hal yang mudah untuk diwujudkan namun bapak tak pernah menyerah. Bapak selalu mencari cara untuk mendekatkannya dengan mimpinya itu. Menurut bapak meski mimpi sulit untuk diraih tapi yang penting adalah usaha untuk mewujudkannya. Pernah satu hari aku membuka kamus bahasa Inggris-Indonesia milik bapak. Dan sehelai kertas bekas bungkus rokok yang sudah menguning terjatuh dari selipan halaman. Kucermati dan tertulis sebuah alamat rumah serta negara tempat rumah itu berada. United Kingdom. Penasaran kutanyakan pada bapak milik siapa alamat itu karena tulisan tangan alamat itu berbeda dengan tulisan bapak. Bapak lalu bercerita riwayat alamat pada secarik bungkus rokok itu. Waktu itu sekitar akhir tahun 1990an bapak muda diajak kawannya bermain ke Pantai Pangandaran, dan terjadilah pertemuan yang tak sengaja antara bapak dengan seorang bule bernama Mr. Smith yang berasal dari London Inggris. Mereka berdua sempat bercerita bersama, dan bapak mengungkapkan keinginannya untuk mengunjungi negara tempat kelahiran Mr. Smith. Bule itu merasa tersanjung saat bapak memuji negara tempat tinggalnya dan ingin berkunjung ke sana. Lalu sebelum mereka berpisah Mr.Smith memberikan alamat rumahnya pada bapak. Dia berpesan agar bapak mengunjungi rumahnya saat ke Inggris. Namun sayang mereka tak pernah bertemu lagi dan bapak pun tak sampai menginjakkan kakinya di Inggris hingga kematian menjemputnya.
Aku sering meminta bapak bercerita, semacam dongeng pengantar tidur. Selain cerita-cerita perjalanannya bapak juga dapat menceritakan kisah dari negara lagi dengan hebat. Masih ku ingat saat bapak menceritakan kisah si Abu Nawas, Kisah Seribu Satu Malam. Cerita itu memang bagus namun lebih bagus legi bila bapak yang menceritakannnya. Bapak memang tak pernah mengunjungi Baghdad tapi mendengarkan bapak bercerita seolah bapak sudah pernah menjamah setiap sudut kota itu. Sungguh menakjubkan. Perjalanan-perjalanan fantasi yang kulewati melalui cerita yang keluar dari mulut bapak. Bahkan tokoh Si Kabayan pun dapat dimodifikasi oleh bapak. Bukan Kabayan beristri Iteung yang kocak. Ada Kabayan yang alim, pintar, tampan dan kocak tercipta dalam dunia fantasi yang diciptakan oleh Bapak. Ketika aku bertanya pada bapak, mengapa Kabayannya berbeda dengan yang pernah ku baca di buku, dengan mudah bapak menjawabnya. Biar kamu tak bosan dengan Kabayan, buat apa menceritakan yang sudah dibaca lebih baik menceritkan hal baru yang bisa memotivasi. Hanya dalam dunia fantasi bapak, Kabayan berjalan- jalan sampai ke Timur Tengah bahkan ke London.
Dalam kehidupan nyata aku memang jarang sekali berjalan-jalan bersama bapak, namun kami sering berkelanan bersama di dunia fantasi. Menciptakan imajinasi yang mengasyikkan bagiku yang saat itu masih SD. Tak perlu membawa peralatan, tak butuh uang banyak pula. Cukup duduk manis di samping bapak maka akan terlontarlah dunia fantasi itu. Dunia yang tak dimiliki anak-anak lain. Hanya milikku dan diciptakan bapak khusus untukku, putri semata wayangnya.
Ya, meskipun bapak senang melakukan perjalanan dadakan seorang diri dan buta alamat bukan berarti bapak membebaskanku bertualang di alam bebas. Dulu saat bapak masih hidup aku sering menganggap bapak terlalu berlebihan mengkhawatirkanku. Bahkan untuk sekadar bersepeda ke sekolah pun dilarang keras. Jajan ke warung depan rumah saja bapak selalu mengawasi dari luar gerbang rumah. Seolah akan terjadi sesuatu hal jika aku tidak diawasinya. Aku yang masih kecil saat itu sering merasa kesal. Disaat anak-anak seusiaku bebas bersepeda sesuka hati dan bermain hujan-huajanan sepuas hati menyambut datangnya hujan aku hanya terdiam dan termenung di balik kaca jendela rumah melihat mereka. Aku juga ingin bebas melakukan segala hal, bahkan perjalanan mengejutkan seperti yang pernah dilakukan bapak. Namun komentar bapak hanyalah “bapak tidak ingin kamu sakit nak, hingga kamu tidak bisa melakukan lebih dari apa yang pernah bapak perbuat dari perjalanan itu.” Aku yang masih kecil tidak mengerti dan hanya bisa mencoba duduk manis dan menggerutu dalam hati.
Sekarang bapak telah meninggalkanku selama-lamanya. Sejak aku duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar. Dan kini aku baru menyelesaikan 3 tahun masa belajarku di SMA. Bapak memang tidak berhasil menginjakkan kaki di Inggris, di Bandara Heathrow. Pemilik alamat rumah di bungkus rokok itupun mungkin sudah meninggalkan dunia ini juga sama seperti bapak. Dan lelaki sang petualang dan pemberani itu telah kembali ke sisi Alloh SWT. Tapi tersemat satu janji dan cita-cita di hatiku untuk pergi ke London Inggris menghirup udaranya, dan mewakili bapak menginjakkan kaki di sana. Meski sampai kini aku belum tahu kapan momen itu akan tiba dan menghampiri peruntunganku.
Jasadnya memang telah menyatu dengan tanah, jiwanya sudah kembali pada yang menciptakan. Tapi ada yang masih membekas dan terasa. Nasihat dan semangatnya. Kini aku memang bebas untuk bertualang di alam bebas, menjelajah bersepeda sesuka hati. Namun nasihat sewaktu kecil dari bapak tetap tersemat di hatiku dan terpatri indah. Meski aku tak terlalu suka mengenang sosok bapak. Bukan karena bapak tak baik tapi aku tak ingin berlarut-larut dalam kesedihan. Larut dalam kenangan yang tak mungkin ku kembalikan. Masa-masa indah yang tinggal angan. Tak akan pernah kembali lagi. Aku lebih suka mengingat impiannya, karena berkubang dalam kesedihan tak ada gunanya sama sekali. Bukan yang diinginkan bapak. Aku tak ingin bapak yang sudah di alam sana tak tenang karena putri semata wayangnya menangis terus mengenangnya. Berpikir rasional dan menyayangi sosoknya dam cita-cita yang pernah dia ucapkan lebih rasional.
Terima kasih bapak telah membuatku berani bermimpi untuk menantang dunia dan mengarungi kerasnya hidup ini. Ku rengkuh impianmu dan akan kuusahakan cita-citamu yang kini telah menjadi cita-citaku. Kini putri kecilmu telah menjadi remaja yang siap menjadi petualang selanjutnya. Bapak kamu adalah penginspirasiku untuk menjadi seorang yang pemberani dan juga tangguh menjalani hidup.

Sabtu, 07 September 2013

JALAN (PERJALANAN MENUJU KEDOKTERAN UMUM UMY 2013)

Diposting oleh Icha Tisa di 08.11 4 komentar
Dulu, dulu, dulu dan dulu sekali waktu saya masih jadi siswa SD jika ada yang bertanya "dek, apa cita-citamu setelah besar kelak?" Jawaban saya pasti antara jadi guru matematika, peneliti, profesor komputer, dokter, guru fisika (jangan salah lho dulu saya sebelum saya kenalan dan saling berusaha memahami sama fisika sempa ada niatan waktu jaman SD), serta guru bahasa Inggris.
Namun seiring dengan berjalannya waktu satu-persatu tujuan itu mulai terkikis ombak. Mulai dari cita-cita menjadi ahli fisika hebat, adalah hal pertama yang saya tendang dari daftar keinginan di masa depan. Hal tu terjadi ketika saya duduk di bangku kelas VII semester 2 ketika saya sadar dari hipnotis bahwa fisika tak seindah namanya. Bersisalah yang lainnya di benak saya. Hingga di kelas IX semester 1 saya mengeluarkan profesor komputer dari daftar cita-cita. karena alasan sederhana. Soal Olimpiade Sains Nasional Komputer lebih susah atau sama susahnya dengan Fisika dan matematika.

Guu bahasa Inggris masih ada dalam benak saya. Meneruskan pekerjaan almarhum ayah, sayang aku keburu dikecawakan oleh suatu hal. Bukan oleh pelajaran bahasa Inggris namun oleh seseorang yang kurang kooperatif menilai dan menulis angka. Hingga nilai bahasa Inggris saya hampir pas KKM sedangkan teman-teman saya yang memiliki kemampuan bahasa asing di bawah saya bahkan saya berani tanding lawan mereka mendapat nilai di atas 85. Pedih hati ini dan berbekas. Saya tak menyalahkan pelajaran ataupun sang oknum namun sifatnya membuat saya malas untuk jadi guru bahasa Inggris saya tak mau jadi her next generation.

Lalu bersisalah dokter. Awalnya sejak saya  paham dan mengerti aku punya cita-cita agung jadi mahasiswa kedokteran U*M. Keren waktu itu saya rasa. PTN bergengsi di negeri ini. Sampai suatu hari tiba, ketika aku di ajak ke acara wisuda sepupu di suatu tempat dengan bentuk bangunan unik. Unik, entah berbentuk apa dan memiliki interior megah. Saat itu mamam bertanya "Ca, mau belajar kedokteran di sini gak? Sama kayak kakak sepupumu." Masih terlalu naif dan ego saya terlalu labil meski dalam hati mengakui kemegahan ada saya rasakan dan aura tidak biasa iu.

Hidup saya terus berputar dan mulai awal menginjakkan kaki di SMA kelas XI mulailah saya mencari tahu info-info kampus di Yogyakarta. Apapun yang terjadi saya akan dan harus bisa mendapat kursi di salah satu universitas di Yogyakarta negeri swasta sama saja gak masalah. Di jurusan yang saya inginkan. Tiap ada yang bertanya mau nerusin kuliah ke mana jawaban satu ang pasti "KEDOKTERAN!".

Saya tak peduli nasihat apapun dan dari siapapun. Prinsip hidup di kelas XII adalah "Ini masa depan gue dan gue berhak menentukan mau dibawa ke mana cerita hidup gue." Tahap awal perjuangan saya adalah daftar PMDK gelombang satu di UMY.Saya hanya mengisis pilihan satu dengan Kedokteran Umum pilihan lain tidak saya lirik. Mamma saya sempat khawair apalagi saya sempat down ketika GAGAL tes CBT dalam 3 kali kesempatan. Nilai CBT saya kurang untuk masuk Kedokteran Umum. Saya yang dari rumah itu sebelum ikut CBT udah percaya diri. Tes TPA ya materinya? Okeeeee gampang. Ternyata saya terlalu sombong dan menyepelekan sang TPA. Nilai terbesar yang kuperoleh adalah 67. 

Harapanku tergantung pada  PMDK Gel. 1. Pendaftar dari sekolahku membuat nyali ciut karena yang lebih pintar dari saya juga ikut dan mayoritas pendaftar dari sekolah memilih Kedokteran Umum juga. Siang malam aku berdoa. Sedekah dan shalat dhuha aku tingkatkan setelah menyadari kegagalan kocak itu. Aku sudah pasrah 100 % sama Alloh. Bahkan saya sempat pula daftar Farmasi ke universitas swasta lain di Jogyakarta di kampus yang sama dengan sepupu kedua. Ingat saya waktu itu hanya meuruti nasihat  mama. Daripada mama gak tenang ya sudah ikutan daftar.

Dalam doa saya ucapkan,bantu aku jadi dokter yang sebenarnya Ya Alloh. Aku mau jadi dokter. Izinkan aku ku mohon restumu. Berikan dan tuntun aku ke arah yang benar. 12 Februari 2013 tanggal biasa bagi orang lain namun spesial bagi saya. Perlahan sambil berdoa saya buka pengumuman hasil PMDK tahap 1. Nama dua orang teman saya ada,di mana nama saya? mulai kembali gelisah hingga alhamdulillah tangis saya pecah.SAYA DITERIMA DI FKIK PRODI KU UMY! Keajaiban saya percaya itu karena yang nilainya lebih baik dari saya tak diterima. Mungkin ini adalah jawaban atas semuanya.USAHA KESABARAN MAKSIMAL YANG BERKELANJUTAN>

Selasa, 03 September 2013

RESUME JURNAL TROPICAL DISEASES SPESIFIKASI DBD

Diposting oleh Icha Tisa di 07.39 0 komentar
Assalamualaikum kawan!
Kembali berjumpa dengan saya. Kali ini bukan cerita yang akan saya posting melainkan jurnal dan resumenya. Sebenarnya ini tugas karena saya tidak membawa jas almamater tapi sekalian saya berbagi ilmu dan ungkapan kecil suka cita saya jadi maba Kedokteran Umum di UMY.



Jurnal yang akan saya posting kali ini adalah materi mengenai Tropical Diseases. Ada yang yang tahu apa itu Tropical Diseases? Okay lebih baik saya jelaskan dari awal. Tropical Deseases atau penyakit tropis adalah penyakit yang unik atau lazim terjadi di daerah tropis. Indonesia merupakan salah satu negara yang terdapat Tropical Desease karena terdapat di daerah tropis. Ada beberapa penyakit yang termasuk Tropical Deseases antara lain Demam Berdarah Dengue (DBD), Malaria, Filariasis, Kudis, Tuberkulosis dan lain sebagainya.

Kali ini jenis penyakit tropis yang akan saya tulis resumenya adalah Demam Berdarah Dengue dengan judul Aedes Aegypti Sebagai Vektor Penyebeb Demam Bedarah Dengue. Berikut ini adalah link jurnal tersebut Jurnal Demam Berdarah Dengue. Berikut adalah resume yang telah saya tulis.

Resume Jurnal:
Upaya pemberantasan penyakit menular dengan upaya penyuluhan, penyelidikan, pengebalan, menghilangkan sumber dan perantara penyakit. Aedes aegypti merupakan nyamuk yang dapat menjadi vektor penyebab Demam Berdarah Dengue. Virus Dengue dapat bereplikasi dalam tubuh manusia, monyet, simpanse, kelinci, mencit, marmot, kelinci, tikus, hamster dan nyamuk. Di Indonesia vektor penyebab Dengue adalah aedes sp. terutama Aedes aegypti walaupun Aedes albovictus dan Aedes scullatis dapat menjadi penyebab pula.
Peranan Aedes aegypti dalam Demam Berdarah Dengue, Nyamuk dapat mengandung virus Demam Berdarah Dengue bila menghisap darah penderita. Virus tersebut akan masuk ke dalam intestinum nyamuk. Replikasi virus terjadi pada hemocoelum dan akhirnya akan menuju ke dalam kelenjar air liur serta siap ditularkan. Fase ini disebut extrinsic incubation periode yang memerlukan waktu tujuh sampai empat belas hari.  Menurut Soegijanto S (2003) secara garis besar ada 4 cara pengendalian vektor : secara kimiawi, biologik, radiasi dan mekanik atau pengelolaan lingkungan.
Nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor DBD mempunyai siklus hidup metamorfosis sempurna. Berbagai cara dilakukan untuk mengontrol dan menurunkan populasi nyamuk tersebut dengan bebagai cara sampai serendah-rendahnya baik memalui kimiawi,biologik, radiasi, mekanik terhadap setiap bentuk populasinya.

Jumat, 24 Mei 2013

Kelulusan VS Kegalauan

Diposting oleh Icha Tisa di 06.05 0 komentar
Hari ini hari apa? Apa kah ada sesuatu yang lebih spesial? Haha hari Jumat dan tak ada yang spesial. Jika ingin jawaban hari ini Jumat dan lebih spesial maka tanyakan saja pada siswa-siswi SMA/SMK/MA se Indonesia yang pagi tadi banyak yang berada pada puncak kegalauan yang tingginya melebihi puncak Himalaya.
 Emang hari ini ada apa sih? Kok mereka bilang lebih spesial? Adakah yang tahuuuu?

Hari ini tuh pengumuman kelulusan buat siswa-siswi SMA/SMK/MA. Oke teman-teman semua kali ini saya mau cerita bagaimana deg-deg sernya menunggu pengumuman hasil kelulusan.
Diawali dari hari Kamis tanggal 23 Mei 2013. Awalnya saya biasa saja menghadapi kelulusan haha tak ada ritual istimewa seperti mandi kembang tujuh rupa atau bersemedi di puncak gunung Jayawijaya ( Emang mau ngapain pula mandi kembang tujuh rupa? Kayak mau ketemu hantu aja di sekolahnya hahahaha ) . Itu awalnya, menjelang siang saya memutuskan untuk mencari hiburan di jejaring sosial Face***k. Waaah sudah banyak rekan-rekan sejawat dari berbagai wilayah yang mengupdate status tentang kelulusan. Belum lagi saya teringat 20 paket ujian (ya meskipun saya hanya ngerjain 1 saja ). Di saat kegalauan tak tertahankan lagi akhirnya saya putuskan menghubungi dua orang sahabat saya via FB dan SMS. Dan tanpa saya sangka ternyata saya yang paling galau di antara mereka. Sungguh ngenes.:scream:

Hari yang ditunggu pun tiba. Jumat 24 Mei 2013. Saya berusaha tampil sebaik dan setenang mungkin tak lupa minta doa restu orang tua. Dan ternyata pula acara pelulusan belum di mulai. Saya manfaatkan moment menunggu itu untuk berkirim SMS dengan sahabat-sahabat di sekolah tetangga yang pengumuman kelulusannya beda jam dengan sekolah saya. Dan jreng-jreng tibalah acara puncak setelah pengarahan. Amplop putih berlogo sekolah pun dibagikan bersama surat undangan pelepasan untuk orangtua siswa. Kami tidak diperkenannkan buka amplop sebelum ada instruksi (saat itu saya harap amplopnya transparan biar bisa diintip walaupun gak ). Lalu setelah instruksi dari guru satuuuuuu....... duaa..... tigaaaaa..... jreng! Saya langsung memeluk teman di sebelah kami lulus. Dan tepuk tangan membahana serta sujud syukur dan ucapan lega membahana diseantero masjid sekolah. sensorngakaksensorngakak.

Itu ceritaku bagaimana cerita kalian?

Sabtu, 20 April 2013

FUNNY, CRAZY MOMENTS WITH THEM

Diposting oleh Icha Tisa di 07.05 0 komentar
Haiiii semua lama saya tak memposting di blog ini . Ya tahu sendirikan saya baru saja keluar dari pertapaan dan hibernasi blog hehe bukannya tidak kangen nulis dan curhat segala macam tapi Ujian Nasional yang kece, cetar, membahana sudah lebih dulu melambaikan tangan ingin segera saya hapiri. Yaaa hari ini tepat dua hari saya menyelesaikan UN tepuktangan tepuktangan.  UNnya sungguh cetar membahana 20 paket, barcode dan soal yang unyu-unyu. Ehhh, kok malah jadi curhat ya? Gak apa-apa daripada nyesek di pendam dalam lubuk hati terdalam. Cielah   sengihnampakgigi.

UN selesai artinya sebentar lagi saya akan mengakhiri masa putih abu, sedih juga ya ::( . Padahal ya walaupun ada juga saat menyebalkan dan tidak menyenangkan ada banyak hal yang saya daptkan selama putih abu. Dan kali ini saya bakal cerita beberapa hal konyol, lucu, aneh, gila yang pernah saya alamai selama jadi siswi putih abu SMAN 1 Banjar.

1. Siapa kamu? 
Peristiwa ini terjadi ketika awal masuk kelas XI dan saya baru resmi menjadi anggota XI IPA 2 alias INSECT. Saya belum pada kenal apalagi hapal dengan semua nama anak-anak Insect. Tepatnya ketika libur menjelang Idul Fitri. Saya dan mama sedang berbelanja makanan di salah satu toserba di kota Banjar. Tiba-tiba ada seorang ibu-ibu bersama anaknya menghampiri mama. kebetulan saya sedang di bagian sayuran dan mama sedang memilih buah kelengkeng. Ibu itu menyapa mama dengan akrab lalu bersalaman. Begitupun mama. Saya yakin awalnya sang ibu menyangka mama adalah Uwak Eni, uwak yang jadi bidan. Setelah selesai memilih sayuran saya hapiri mama yang sedang ngobrol. Dan baru sadar kalau saya kok kayak kenal dengan anak muda yang bareng itu tersebut. Anak itu kok kayak nurut banget. Saya pelongin tuh wajahnya eh ternyata dia sadar lalu tersenyum saya pun senyum hemat karena bingung memikirkan siapa dia? Saya ngerasa pernah melihatnya di lingkungan sekolah namun entah kapan. Karena penasaran saya tanya mama ketika ibu dan anak itu sudah pergi. Ternyata ibu tadi adalah istri dari pak haji E***, pemilik toko bangunan di daerah Do**. Nah dua minggu kemudian ketika saya masuk kelas saya baru sadar dia adalah teman sekelas saya yang namanya Veri Tri Saputra. Haha so sorry Ver saya belum tahu namamu waktu itu.  peace peace . Peace brooo Haha.

2. Tom n' Jerry
Kalian pasti penasaran sama judul di atas. Apa hubungannya coba Tom n' Jerry sama pak Habibie? Haha emang gak ada hubngannya tapi cerita saya ini yang ada hubungannya. Flashback ke kelas XI jam pelajaran PLH. Guru yang seharusnya mengajar di kelas tiba-tiba mendapat tugas pergi ke Dinas Pendidikan. Walhasil kelas kami diberi tugas. Tapi karena bosan, entah siapa yang mengawali kamipun lalu menonton film. Bukan film biasa tapi TOM N' JERRY! Hhaa  :devilishgrin:. Kami kira guru tak akan kembali ke kelas. Ketika kami sedang khusyuk menonton tiba-tiba jreeeeng guru PLH masuk saat film belum distop. Kontan kami kaget. Dan ternyata guru kamipun juga kaget karena suasana kelas sepi disangkanya kami sedang asyik mengerjakan soal.

3. Ibu Telah Dipanggil oleh Alloh 
Jika kalian mendengar kalimat ini pasti memikirkan hal yang bukan-bukan. Begitupun aku dan kawanku Yunisa. H-2 menjelang wali kelas kami Bu Yani  berangkat ke tanah suci Mekkah, kami bersepakat untuk makan bersama sekalian syukuran dan kasih kejutan sama ibu. Nah tibalah waktu berdoa dipimpin oleh temanku. Saat temanku tengah berdoa dan kami sedang khusyu tiba-tiba dalam doa terselip kalimat "alhamdulillah ibu telah dipanggil oleh Alloh" kontan aku dan Yunisa ingin tertawa karena yang ada dalam pikiran kami dipanggil adalah meninggalkan dunia fana.

4. Bapak Akan...
Ini peristiwa masih segar dalam ingatan. Awal kelas XII kelatika jam pelajaran Bahasa Indonesia. Entah apa yang ada dalam pikiran saya hingga menjawab pertanyaan guru sekonyol itu. Guru saya bertanya " Tisa, sebentar lagi bapak akan?"
Lalu spontan saya menjawab "Bapak akan meninggal." Dan teman-teman yang mendengar pun pada ketawa. So Sorry pak bukan maksud doaian gitu tapi kalau denger kalimat itu kan identik.

5. Saya Tidak Sesak Napas, kak...
Awal masuk SMA semua siswa ikut malabar kecuali yang sakit. Ada satu kejadian yang selalu saya ingat. hari terakhir malabar kakak-kakak pendamping sedang menasehati lebih dekatnya ngomel bicara panjang lebar dengan emosi. Mood saya waktu itu lagi jelek. Saya paling gak suka denger orang ngomel-ngomel terlalau panjang, apalagi kaki saya malamnya terkilir. Tersandung patok di tenda. Saya lupa kalau tenda itu ada patoknya. Dan konyolnya saya malah makan buah-buahan dan hanya beberapa suap nasi. Walhasil perut sedikit perih. Kan kalau yang sakit kepala bisa megang kepala. Lha kalau terkilir mesti gimana? Kan gak lucu kalau megang kakai kayak yang kram. Akhirnya timbul ide gila itu. PURA-PURA PINGSAN. Pertama-tama saya pegang kepala, pura-pura mijit kepal, lalu bilang"Aduuuh pusing", sedikit terhuyung-huyung lalu pingsan deh ke belakang. Lhaa kakak-kakak petugas kesehatan panik dikira aku pingsan beneran. Lalu mereka nanya sakit apa, dengan akting bak Kate Wislet atau Kristen Stewart saya pilang sakit ini, nunjuk deket perut, sesek Tehhh. Ehhh dikiranya saya sesak napas, malah dikasih es batu pake sapu tangan suruh dihirup. Dan malangnya tak lama kemudian ada siswi lain yang sepertiny sakit nggak tau kecubit yang gaib. Hahahaha parah niatnya menenangkan mood malah deket sama yang kemasukan.

Bagaimana pendapat kalian semua? Hal konyol dan gila yang pernah saya alami. lain kali saya ceritakan hal-hal lainnya. Give your opinion about this please. 

[+/-]

PERUBAHAN

[+/-]

BAPAK, PETUALANG SATU KALI PEMIMPI SEJATI

[+/-]

JALAN (PERJALANAN MENUJU KEDOKTERAN UMUM UMY 2013)

[+/-]

RESUME JURNAL TROPICAL DISEASES SPESIFIKASI DBD

[+/-]

Kelulusan VS Kegalauan

[+/-]

FUNNY, CRAZY MOMENTS WITH THEM

 

Menggapai Mimpi Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos