Sabtu, 26 November 2011
Banjar Kotaku
Sabtu, 19 November 2011
RESENSI BUKU
THE HOST
| Cover The Host |
Judul : The Host
Pengarang : Stephenie Meyer
Tahun terbit : 2009
Sinopsis :
Apa yang kalian pikirkan jika Bumi dikuasai makhluk asing berukuran 7,5 cm? Bagaimana jika kekasihmu mencintai jiwa lain yang membuatmu terpaksa berbagi raga?
Bumi diserang oleh makhluk-makhluk asing yang disebut jiwa. Mereka menculik manusia dan memasukkan jiwa ke dalam raga manusia tersebut. Otak mereka diambil alih sementara tubuh mereka meneruskan kehidupan lamanya. Melanie Stryder salah satu manusia yang masih tersisa di Bumi,tertangkap dalam persembunyiaanya oleh para jiwa yang disebut pencari. Tubuh Melanie diberikan pada jiwa yang bernama Wanderer 'sang pengelana'. Wanderer sudah diberitahu akan tantangn-tantangan yang mungkin akan dihadapinya. Wanderer mencoba menyelidiki pikiran Melanie,mencoba mencari letak kehidupan segelintir manusia yang masih hidup. Mencari tahu tentang kehidupan Melanie,dan berusaha menghilangkan Melanie yang ternyata berusaha tetap mempertahankan eksistensinya walau harus berbagi raga dengan Wanda (panggilan Wanderer). Pemikiran Melanie sangat kompleks tentang Jamie adikya, Jared kekasihnya,dan keluarganya.
Wanda yang penasaran dan terlanjur cinta pada kehidupan Melanie lalu mencari tahu tentang kehidupan Mel. Ketika sedang dalam perjalanan ke Tuscon dia ingat tentang tentang perkataan Paman Jeb tempat persembunyian keluarga mereka. Ketika mereka bertemu dengan sekelompok manusia yang masih selamat dan ternyata Paman Jeb ada di sana. Tapi sulit meyakinkan mereka bahwa Mel masih ada dalm tubuhnya dan mereka pada awalnya menjadikan Wanda (juga Mel) sebagai tawanan. Namun pada akhirnya mereka tahu Mel masih ada dan bersama mereka. Kyle dan Ian O'Shea, dua kakak beradik, berusaha membunuh Wanderer, tapi dicegah Jeb. Ia malah diperlakukan manusiawi, yang harus bekerja, makan, dan menjadi guru sejarah setelah makan malam. Selama itu, Wanderer bersahabat baik dengan kawan Ian, Wanda. Saat Ian jatuh cinta kepada Wanda, yang juga jatuh cinta kepada Jared, Wanda menolak Ian yang dianggapnya hanya mencintai tubuhnya. Saat Jamie kembali dari keramaian dengan luka di kakinya, Wanda dan Jared membantu dengan diam-diam ke rumah sakit untuk mencuri peralatan dan obat. Pada saat ini, manusia menyadari bahwa Wanda bisa dijadikan tumpangan, karena ia dapat dipercaya oleh Jiwa lainnya. Di serangan lain, Wanda hendak menceritakan rahasia terbesarnya, bagaimana menghilangkan Jiwa tanpa harus membunuh tubuh atau jiwa manusia. Ia berjanji mengajari dokter dengan dua syarat: pertama, dokter harus berjanji mengirim Jiwa ke planet lain, dan kedua, dia berjanji mengangkat Jiwa Wanda dari tubuh Melanie dan menguburkan Wanda, yang tak ingin menjadi parasit lagi. Wanda menjauh dari Ian yang marah saat mengetahui Wanda akan mengakhiri hidupnya, dan dokter akan mengangkatnya dari tubuh Melanie. Sesaat kemudian, ia ternyata terbangun di tubuh baru, dan kali ini tubuh itu menginginkan Wanda tetap di dalam tubuhnya.
Dan ternyata Ian memang mencintai Wanda apa adanya. terbukti dia tidak mengijinkan orang lain menyentuh tubuh asli Wanda dan tidak jijik melihat bentuk aslinya.Dia sayang. Mengaguminya. Menyayanginya. Wanda akhirnya menemukan kedamaian dan cinta di planet kesembilannya yaitu Bumi.
Senin, 07 November 2011
Gerbang Part 2
Tak habis pikir mengapa aku bisa ditempatkan di kelas ini. Teman-teman baruku hebat-hebat dan punya potensi masinh-masing.Lha aku apa yang bisa kubanggakan. Terlintas dipikiranku saat itu, apakah aku bisa menjadi sesuatu yang berguna untu diriku dan sekolah baruku?Apakah olimpiade hanya tinggal kenangan semata??
Sabtu, 24 September 2011
(Cerbung) CATATAN TEPI PANTAI Part 1
Bersambung.
Cerpen:NOT ONLY A DREAM
Senin, 12 September 2011
Gerbang part 1
Jujur saja aku bingung menghadapi hari Sabtu ini 10 Juli 2010,persiapan MOPD yang kemudian disebut sebagai MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Membayangkan duduk satu kelas dengan orang-orang yang tak ku kenal,meskipun sebagian ternyata ku kenali.Apalagi menurut info yang kuterima,aku akan duduk di kelas X SBI 8.Aku tidak masalah duduk di kelas manapun.Masalahnya adalah X SBI 8 kata orang ternyata kelas unggulan. Aku mencoba meyakinkan diriku sendiri bahwa jika itu benar aku pasti mampu bersaing,namun tetap saja aku deg-degan.
Jam 7 pagi aku tiba di depan gerbang SMAN Saban.Tapi aku hanya melongo bingung,gak tahu apa yang harus kulakukan.Masuk atau menunggu temanku? Akhirnya kuputuskan untuk duduk di kursi kayu panjang di seberang SMAN Saban,yang kini ku tahu bangku itu ternyata milik Mang Godeg yang jualan mie ayam di depan sekolah. Coz because aku masih malu-malu,mama duduk menemaniku.Ya mungkin kalian ada yang merasa geli,kok anak SMA kelakuannya masih kaya anak umur 6,5 tahun yang baru masuk SD? Tapi ya itulah aku,merasa lebih PeDe kalau ditemani terutama oleh mamaku tersayang hehhe.
Aku baru nyadar ternyata ada anak perempuan yang duduk di sebelahku. Itu cewek kayaknya juga siswa baru. Tapi kok dia kayak orang linglung,bingung.Lebih tepatnya mirip anak kecil yang tersesat dan terpisah dengan orangtuanya di mall,cuma bedanya dia udah gede dan dia gak nangis kayak anak kecil. Ku lirik logo sekolah yang terpasang di baju seragam PSAS putih birunya. Aneh,kenapa dia gak pakai seragam pramuka? Padahalkan ini hari Sabtu.Mungkin dia gak tahu pikirku.
"Ca,kayaknya anak itu juga murid baru.Coba kamu sapa. Dia juga kayaknya belum punya teman," ujar mama sambil melirik pada anak itu.
"Malu Mah,kenal juga enggak," kataku karena aku memang malu.Gimana klo itu cewek nyangka aku SKSDSA alias So Kenal So Dekat So Akrab lagi.
"Makanya sekarang kenalan.Masa gitu aja gak berani!"ujar mama.
Akupun merasa tertantang,lalu kuberanikan diriku untuk berkenalan.
"Hai,kamu siswa baru juga ya?"
"Iya."Jawab dia singkat.
"Namaku Tisa tapi panggil saja Ica," kataku memperkenalkan diripadanya.
"Nama kamu siapa?"tanyaku lagi.
"Namaku Irma Yanti.Pangggil saja Irma," sambil menyunggingkan seulas senyum padaku.
" Wah kok aku gak pernah lihat logo sekolahmu.Kamu alumni SMP mana?"tanyaku penaaran.
"SMP Negeri 27 Bandung" jawab dia.Kaget juga ada orang Bandung sekolah di sini.
"Aku dari SMPN 2 Banjar.Wah bandung jauh juga" ujarku tanpa bisa menyembuntikan kekagetanku.
"Masuk yuk?" ajakku pada dia,karena kulihat yang lain mulai masuk
Suer hatiku gak karuan pas masuk gerbang sekolah. Langsung saja terbayang di pikiranku,kakak-kakak kelas yang jutek dan galak,teman baru yang cuek,sanksi point, hukuman, dijahilin,pokoknya segala macam hal negatif tentang masa pengenalan sekolah yang akan kujalani secara resmi mulai besok Senin. Aku belum tahu pasti duduk di kelas mana,dan apakah orang yang sekarang berdiri di sampingku ini bakal sekelas denganku? Kususuri koridor sekolah baruku ini dan melihat daftar nama siswa baru yang terpam[ang di jendela setiap kelas. Hingga akhirnya kami berdua berhenti di depan suatu kelas yang bertuliskan X SBI8,dan di sana terpampang namaku dan nama teman baruku,Irma. Seneng banget pokoknya,aku sama dia sekelas.Ya walaupun baru kenal 1 jam yang lalu tapi dia kelihatannya baik. Dan yang tidak ku sangka ternyata dia pernah menjadi anggota PASKIBRA ketika masih di SMP,jabatannya pun tak tanggung-tanggung KETUA! Aku ajawaktu itu cuma jadi sekertaris gara-gara cara baris berbarisku yang masih rada aneh,meski sudah 3 tahun jadi anggota PASKIBRA.
Ku langkahkan kaki perlahan kayak jadi tersangka kasus,,,dan ternyata kami berdua telat masuk kelas.Kaget! Satu kata yang bisa ku ungkapkan ketika pertama masuk kelas. Kenapa? Tunggu jawabannya di Gerbang Part 2.
| [+/-] |
Banjar Kotaku |
Hai kawan-kawan semua. Di postingan kali ini aku akan memposting beberapa foto yang aku ambil ketika sedang bersepeda. Foto ini adalah beberapa foto daerah Banjar... Maaf ya.. Klo gak terlalu bagus.. Selamat menikmati.
| [+/-] |
RESENSI BUKU |
THE HOST
| Cover The Host |
Judul : The Host
Pengarang : Stephenie Meyer
Tahun terbit : 2009
Sinopsis :
Apa yang kalian pikirkan jika Bumi dikuasai makhluk asing berukuran 7,5 cm? Bagaimana jika kekasihmu mencintai jiwa lain yang membuatmu terpaksa berbagi raga?
Bumi diserang oleh makhluk-makhluk asing yang disebut jiwa. Mereka menculik manusia dan memasukkan jiwa ke dalam raga manusia tersebut. Otak mereka diambil alih sementara tubuh mereka meneruskan kehidupan lamanya. Melanie Stryder salah satu manusia yang masih tersisa di Bumi,tertangkap dalam persembunyiaanya oleh para jiwa yang disebut pencari. Tubuh Melanie diberikan pada jiwa yang bernama Wanderer 'sang pengelana'. Wanderer sudah diberitahu akan tantangn-tantangan yang mungkin akan dihadapinya. Wanderer mencoba menyelidiki pikiran Melanie,mencoba mencari letak kehidupan segelintir manusia yang masih hidup. Mencari tahu tentang kehidupan Melanie,dan berusaha menghilangkan Melanie yang ternyata berusaha tetap mempertahankan eksistensinya walau harus berbagi raga dengan Wanda (panggilan Wanderer). Pemikiran Melanie sangat kompleks tentang Jamie adikya, Jared kekasihnya,dan keluarganya.
Wanda yang penasaran dan terlanjur cinta pada kehidupan Melanie lalu mencari tahu tentang kehidupan Mel. Ketika sedang dalam perjalanan ke Tuscon dia ingat tentang tentang perkataan Paman Jeb tempat persembunyian keluarga mereka. Ketika mereka bertemu dengan sekelompok manusia yang masih selamat dan ternyata Paman Jeb ada di sana. Tapi sulit meyakinkan mereka bahwa Mel masih ada dalm tubuhnya dan mereka pada awalnya menjadikan Wanda (juga Mel) sebagai tawanan. Namun pada akhirnya mereka tahu Mel masih ada dan bersama mereka. Kyle dan Ian O'Shea, dua kakak beradik, berusaha membunuh Wanderer, tapi dicegah Jeb. Ia malah diperlakukan manusiawi, yang harus bekerja, makan, dan menjadi guru sejarah setelah makan malam. Selama itu, Wanderer bersahabat baik dengan kawan Ian, Wanda. Saat Ian jatuh cinta kepada Wanda, yang juga jatuh cinta kepada Jared, Wanda menolak Ian yang dianggapnya hanya mencintai tubuhnya. Saat Jamie kembali dari keramaian dengan luka di kakinya, Wanda dan Jared membantu dengan diam-diam ke rumah sakit untuk mencuri peralatan dan obat. Pada saat ini, manusia menyadari bahwa Wanda bisa dijadikan tumpangan, karena ia dapat dipercaya oleh Jiwa lainnya. Di serangan lain, Wanda hendak menceritakan rahasia terbesarnya, bagaimana menghilangkan Jiwa tanpa harus membunuh tubuh atau jiwa manusia. Ia berjanji mengajari dokter dengan dua syarat: pertama, dokter harus berjanji mengirim Jiwa ke planet lain, dan kedua, dia berjanji mengangkat Jiwa Wanda dari tubuh Melanie dan menguburkan Wanda, yang tak ingin menjadi parasit lagi. Wanda menjauh dari Ian yang marah saat mengetahui Wanda akan mengakhiri hidupnya, dan dokter akan mengangkatnya dari tubuh Melanie. Sesaat kemudian, ia ternyata terbangun di tubuh baru, dan kali ini tubuh itu menginginkan Wanda tetap di dalam tubuhnya.
Dan ternyata Ian memang mencintai Wanda apa adanya. terbukti dia tidak mengijinkan orang lain menyentuh tubuh asli Wanda dan tidak jijik melihat bentuk aslinya.Dia sayang. Mengaguminya. Menyayanginya. Wanda akhirnya menemukan kedamaian dan cinta di planet kesembilannya yaitu Bumi.
| [+/-] |
Gerbang Part 2 |
Tak habis pikir mengapa aku bisa ditempatkan di kelas ini. Teman-teman baruku hebat-hebat dan punya potensi masinh-masing.Lha aku apa yang bisa kubanggakan. Terlintas dipikiranku saat itu, apakah aku bisa menjadi sesuatu yang berguna untu diriku dan sekolah baruku?Apakah olimpiade hanya tinggal kenangan semata??
| [+/-] |
(Cerbung) CATATAN TEPI PANTAI Part 1 |
Bersambung.
| [+/-] |
Cerpen:NOT ONLY A DREAM |
| [+/-] |
Gerbang part 1 |
Hari ini seharusnya aku masih bisa bersantai di rumah.Menonton TV,membaca buku,bermain game,ataupun sekedar bekirim pesan pada teman-temanku di kelas 9A SMP Negeri 2 Banjar. Ya tapi mau bagaimana lagi hari ini aku harus pergi ke sekolah,tapi bukan ke sekolah tempat biasa aku bercanda dan tertawa dengan kawan-kawanku.Aku sudah menyelesaikan pendidikanku di SMP 2.Mau tak mau aku kini menyandang gelar sebagai alumni bukan lagi siswa.Tambah sedih jika mengingat hanya 2 orang saja dari kelasku yang melanjutkan sekolahnya ke SMAN Saban,yaitu aku dan Sella.Bahkan mantan pacarku pun tak berniat sekolah di sini.Entah apa alasannya.Disatu sisi aku bersyukur juga dia gak satu sekolah denganku.Repot. Pacar barunya satu sekolah denganku masa dia juga harus satu sekolah lagi?? OMG! Untung saja enggak. Daripada ntar jadi ada perang dunia ke 3.
Jujur saja aku bingung menghadapi hari Sabtu ini 10 Juli 2010,persiapan MOPD yang kemudian disebut sebagai MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Membayangkan duduk satu kelas dengan orang-orang yang tak ku kenal,meskipun sebagian ternyata ku kenali.Apalagi menurut info yang kuterima,aku akan duduk di kelas X SBI 8.Aku tidak masalah duduk di kelas manapun.Masalahnya adalah X SBI 8 kata orang ternyata kelas unggulan. Aku mencoba meyakinkan diriku sendiri bahwa jika itu benar aku pasti mampu bersaing,namun tetap saja aku deg-degan.
Jam 7 pagi aku tiba di depan gerbang SMAN Saban.Tapi aku hanya melongo bingung,gak tahu apa yang harus kulakukan.Masuk atau menunggu temanku? Akhirnya kuputuskan untuk duduk di kursi kayu panjang di seberang SMAN Saban,yang kini ku tahu bangku itu ternyata milik Mang Godeg yang jualan mie ayam di depan sekolah. Coz because aku masih malu-malu,mama duduk menemaniku.Ya mungkin kalian ada yang merasa geli,kok anak SMA kelakuannya masih kaya anak umur 6,5 tahun yang baru masuk SD? Tapi ya itulah aku,merasa lebih PeDe kalau ditemani terutama oleh mamaku tersayang hehhe.
Aku baru nyadar ternyata ada anak perempuan yang duduk di sebelahku. Itu cewek kayaknya juga siswa baru. Tapi kok dia kayak orang linglung,bingung.Lebih tepatnya mirip anak kecil yang tersesat dan terpisah dengan orangtuanya di mall,cuma bedanya dia udah gede dan dia gak nangis kayak anak kecil. Ku lirik logo sekolah yang terpasang di baju seragam PSAS putih birunya. Aneh,kenapa dia gak pakai seragam pramuka? Padahalkan ini hari Sabtu.Mungkin dia gak tahu pikirku.
"Ca,kayaknya anak itu juga murid baru.Coba kamu sapa. Dia juga kayaknya belum punya teman," ujar mama sambil melirik pada anak itu.
"Malu Mah,kenal juga enggak," kataku karena aku memang malu.Gimana klo itu cewek nyangka aku SKSDSA alias So Kenal So Dekat So Akrab lagi.
"Makanya sekarang kenalan.Masa gitu aja gak berani!"ujar mama.
Akupun merasa tertantang,lalu kuberanikan diriku untuk berkenalan.
"Hai,kamu siswa baru juga ya?"
"Iya."Jawab dia singkat.
"Namaku Tisa tapi panggil saja Ica," kataku memperkenalkan diripadanya.
"Nama kamu siapa?"tanyaku lagi.
"Namaku Irma Yanti.Pangggil saja Irma," sambil menyunggingkan seulas senyum padaku.
" Wah kok aku gak pernah lihat logo sekolahmu.Kamu alumni SMP mana?"tanyaku penaaran.
"SMP Negeri 27 Bandung" jawab dia.Kaget juga ada orang Bandung sekolah di sini.
"Aku dari SMPN 2 Banjar.Wah bandung jauh juga" ujarku tanpa bisa menyembuntikan kekagetanku.
"Masuk yuk?" ajakku pada dia,karena kulihat yang lain mulai masuk
Suer hatiku gak karuan pas masuk gerbang sekolah. Langsung saja terbayang di pikiranku,kakak-kakak kelas yang jutek dan galak,teman baru yang cuek,sanksi point, hukuman, dijahilin,pokoknya segala macam hal negatif tentang masa pengenalan sekolah yang akan kujalani secara resmi mulai besok Senin. Aku belum tahu pasti duduk di kelas mana,dan apakah orang yang sekarang berdiri di sampingku ini bakal sekelas denganku? Kususuri koridor sekolah baruku ini dan melihat daftar nama siswa baru yang terpam[ang di jendela setiap kelas. Hingga akhirnya kami berdua berhenti di depan suatu kelas yang bertuliskan X SBI8,dan di sana terpampang namaku dan nama teman baruku,Irma. Seneng banget pokoknya,aku sama dia sekelas.Ya walaupun baru kenal 1 jam yang lalu tapi dia kelihatannya baik. Dan yang tidak ku sangka ternyata dia pernah menjadi anggota PASKIBRA ketika masih di SMP,jabatannya pun tak tanggung-tanggung KETUA! Aku ajawaktu itu cuma jadi sekertaris gara-gara cara baris berbarisku yang masih rada aneh,meski sudah 3 tahun jadi anggota PASKIBRA.
Ku langkahkan kaki perlahan kayak jadi tersangka kasus,,,dan ternyata kami berdua telat masuk kelas.Kaget! Satu kata yang bisa ku ungkapkan ketika pertama masuk kelas. Kenapa? Tunggu jawabannya di Gerbang Part 2.



