Senin, 17 November 2014

You Are The Apple of My Eye Novel (Cerita Tersembunyi Jingteng dan Jiayi)

Diposting oleh Icha Tisa di 08.56 0 komentar
Sebenarnya film dan bukunya udah ada sejak saya SMA namun edisi bahasa Indonesia bukunya baru terbit 2014 yoook mari saya kasih sedikit bocoran bagi penggemar You Are The Apple of My Eye yang belum sempat baca bukunya.

Apa yang diceritakan pada film dan buku semi-autobiografi Giddens Ko terdapat banyak perbedaan meskipun tidak mengurangi esensi dari inti ceritanya. Suatu perjalanan cinta selama delapan tahun yang begitu mengesankan, cerita cinta yang bukan tidak mungkin pernah dialami juga oleh kita ketika masih berda di bangku sekolah.
Cerita dalam buku ini di awali pada saat Ke Jingteng dihukum oleh Guru Lai karena mencorat-coret dinding kelas pada musim panas tahun 1990 saat itu tahun-tahun itu ketika mereka masih menjadi siswa-siswi kelas seni 2A SMP Jingcheng di Changhua. Jingteng merupakan tipikal siswa yang sebenarnya cerdas namun dia malas berpikir, dia lebih suka membuat lelucon untuk teman-temannya. Jingteng yang masih kekanak-kanakkan dipaksa duduk di depan seorang siswi canti yang masuk dalam daftar salah satu yang paling pintar di kelas mereka, Shen Jiayi. Pada awalnya mereka hanya berdiam-diam saja, namun entah bagaimana awalnya Jiayi yang cerewet setiap pagi menceritakan berbagai hal kecil yang terjadi di rumahnya mulai dari hewan peliharaan hingga kartun yang ditonton oleh Jiayi. Mulanya Jingteng acuh tak acuh setiap kali diperingatkan Jiayi untuk belajar namun titik balik Jingteng bermetamorfosis dimulai ketika Guru Lai menjelaskan bahwa 15 siswa dari kelas mereka dengan peringkat terbawah akan dipindahkan ke kelas C karena adanya sustu peraturan baru. Sepertinya saat itu pula Jingteng mulai sadar bahwa dia menyukai Jiayi seperti yang dikatakannya
"Aku bengong menatap Shen Jiayi. Tiba-tiba, sesuatu yang sangat rumit mengusik hatiku. Aku yang penuh percaya diriserta selalu tertawa dan bercanda, seharusnya menolak hal ini. Namun aku tahu, aku tidak bisa menolak kebaikan hati Shen Jiayi. Disebut bodoh pun aku tak peduli karena aku tidak bisa menghindari perhatiannya yang tulus." page 42.
 Bukan hanya Ke Jingteng satu-satunya murid yang menyukai Shen Jiayi namun teman-teman baik Jingteng lebih dulu menyukai Jiayi seperti A He, Liao Yinghong serta beberapa lainnya. Mereka kecuali Jingteng berusaha mendekati Jiayi dengan berbagai cara, tidak begitu dengan Jingteng yang tahu bahwa Jiayi tidak suka dengan tipikal pria-pria yang begitu terobsesi untuk mengejarnya dia berkata masih ingin berfokus belajar dan sekolah.

Awalnya saya kira orang yang Jingteng sukai selama periode 8 tahun hanya Jiayi seorang namun buku ini menceritakan kebenarannya yaitu ada seorang lagi bernama Li Xiaohua. Hal yang awalnya tidak diduga Jingteng karena dia sudah menjadi murid baik Guru Lai memutuskan memindahkan Jingteng ke belakang Li Xiaohua. Semenjak itu hubungan mereka -Jingteng dan Jiayi- tidak terlalu dekat. Jiayi lebih dekat dengan A He dan Jingteng dengan Li Xiaohua. Seperti Xiaohua memang ada perasaan pada Jingteng namun yak begitulah Jingteng dia tidak berani mengatakan apaun hanya bisa mengambil tangkai-tangkai bunga liar untuk diletakkan di meja Xiaohua. Ada kalimat yang benar-benar menyentuh saat Jingteng menceritakan dirinya kketika bersama Xiaohua.
"Pulang bersama, entah kenapa di kehidupan mana pun, kedua kata ini memiliki arti yang romantis. Bersama mewakili hal yang tidak bisa dilakukan sendiri, pulang berarti kembali ke kehangatan. Orang yang pertama kali pulang bersamamu, tidak akan kau lupakan seumur hidup."
Perjalanan Jingteng dengan Xiaohua berhenti seiring lulusnya mereka dari SMP, mereka lebih memilih jalan masing-masing meskipun pada kenyataannya Xiaohua yang meminta Jingteng menjauh dari kehidupannya, apalagi setelah teman-teman perempuan Xiaohua merasa Jingteng membuat mereka jauh dari gadis itu. Usaha Jingteng untuk mendekati kembali Xiaohua di awal masa SMA mereka pun sia-sia karena sang gadis tetap pada pendiriannya.

SMA, kedekatan Jingteng dan Jiayi mulai terjalin kembali. Mereka tidak sekelas faktanya karena Jingteng memilih masuk jurusan IPA dan Jiayi memilih kelas IPS. Hal tersebut tidak menghalangi jalan mereka untuk kembali mendekat. Jiayi yang memiliki kebiasaan tinggal di sekolah hingga malam untuk belajar secara tidak sengaja diketahui oleh Jingteng hingga Jingteg pun memutuskan untuk ikut belajar di sekolah tapi berada di kelas yang berbeda. Di SMA pula awal mereka mulai bersaing untuk melihat siapa yang memiliki nilai lebih tinggi pada mata pelajaran yang sama pada dua jurusan itu. Jingteng sih sebenarnya bagi dia kalah atau menang sama saja baginya yang penting bisa lebih sering bertemu dan dekat dengan Jiayi. Selama masa SMA pula berbagai hal Jingteng lakukan dalam upayanya mendekati Shen Jiayi. Termasuk ikut menjadi panitia acara-acara yang sebenarnya tidak terlalu menarik bagi dia, Jigteng yang awalnya tidak pandai menyani dan cuku parah dalam pelajaran seni mulai menulis lagu dan menciptakan nada. Hingga tercipta suatu lagu yang rencannanya akan dia pakai untuk mengungkapkan perasaan dia yang sebenarnya pada Jiayi setelah mereka lulus SMA.Cara yang Jingteng pakai memang terbukti ampuh Jiayi dan dia lebih dekat namun tetap saja hubungan mereka tidak jelas disebut apa.

Impian Jingteng adalah kuliah di kampus yang sama dengan Jiayi yang akhirnya puus karena Jiayi tidak diterima di kampus tersebut. Jingteng yang pantang menyerah terus mendekati Jiayi. Hubungan mereka makin sulit dideskripsikan. Ketika salah satu teman Jiayi yang jadi informan Jingteng mengabarkan kampusnya mengadakan festival perayaan ulang tahun kampus dan meminta Jingteng datang bersama Jiayi tentu saja Jingteng senang bukan kepalang. Segala hal berjalan baik sampai akhirnya suatu hal penting terjadi. Jingteng yang saat itu sudah mulai dianggi dengan sebutan Giddens mengadakan pertandingan adu jotos. Adu jotos lhoo seriusan. Dia mrasa orang-orang di kampusnya begitu membosankan karena meski hampir semua laki-laki mereka adalah jenis lelaki kutu buku. Jiayi yang mendengar hal itu langsung dari Jingteng ketika mereka bertelepon marah besar dan Jingteng tidak mau menerima kenapa pula Jiayi mesti marah padahal dalam pandangan dia itu hal keren. Kejadian itu yang membuat Jingteng memutuskan sesuatu yang sangat berat bagi hidupnya yaitu berhenti mengejar Jiayi. Keputusan yang sangat berat.

Segala kekuatan yang dia miliki telah dia pakai untuk mengejar Jiayi namun hidup herus tetap berlanjut. Maka Jingteng muai menata kembali hatinya hingga dia jadian dengan seorang gadis. Hubungan mereka bertahan hingga 8 tahun (tidak diceritakan jelas di buku ini) sebelum akhirnya mereka putus.

Titik balik dan kejujuran terungkap sesaat  setelah peristiwa gempa malam itu. Jingteng panik berusaha menghubungi orang-orang terdekatnya salah satunya Jiayi. Malam itu mereka kembali mengenang tahun-tahun itu tahun-tahun ketika sebelum kejadian adu jotos itu terjadi. Pada akhirnya memang semua terungkap mereka memilik perasaan yang sama. Jingteng yang tak pernah bertanya pada Jiayi apa jawaban dari perasaannya malam itu memberanikan diri walau ya apapun jawabannya mereka sudah memiliki kehidupan masing-masing. Menyesakkan memang Jiayi ternyata juga menyukai Jingteng tapi tanpa benang merah dari dewa jodoh kata Jingteng memperjuangkan cinta itu sulit.
"Tanpa benang merah dari dewa jodoh, memperjuangkan cinta rasanya sangat sulit dan perlu melalui banyak kejadian. Aku berharap dengan tulus, "Mungkin di dunia pararel yang lain, kita bisa bersama." "...Aku sangat iri dengan mereka."ujarnya setuju"
Akhir cerita seperti yang pernah ada di fimnya memang mereka tidak bersatu karena garis jodoh mereka tidak namun cerita ini meninggalkan kesan pada hati Jingteng alias Giddens. Dia yang begitu berharga, cause You Are The Apple of My Eye.

Memang banyak perbedaan yang saya dapat dari film karena film sendari diangkat dari buku ini. Pertanyaan-pertanyaan yang waktu itu memenuhi benak saya terjawab.
Sedikit review saja untuk buku ini.
Ketika membaca buku ini saya merasa kembali pada masa-masa SMP dan SMA yang bebas, masih usil, jahil dan banyak hal lain dari masa-masa ini yang tidak terlupakan. Banyak dari kita pertama kali merasakan cinta pada akhir masa SMP atau pada saat SMA. Masa itu ketika kita masih polos, perasan itu terasa indah juga berkesan seperti yang dirasakan Jingteng. Membaca buku ini membuat saya teringat pada seseorang yang dulu pernah saya sukai di masa-masa itu. Tanpa benang merah yang menghubungkan tali jodoh memang sulit untuk bersatu. Tapi, gak nyesal baca buku ini benar-benar keren sama dengan filmnya.
Saya baru mendapat buku ini dua minggu yang lalu saat iseng cari di internet ternyata versi bahasa Indoneisa ini masih baru,Februari 2014. Saya beli dengan harga Rp 63.000,00.

Jumat, 31 Oktober 2014

Friendship (Ketika Boy Friend/Girl Friend Menjadi Boyfriend/Girlfriend)

Diposting oleh Icha Tisa di 10.47 0 komentar
Haiii.. hai.. haiii. hai
Setelah sekian lama blog ini tidak ditengok akhirnya malam ini bisa berkunjung lagi.
soo malam ini kita akan berbicara tentang? Tema yang udah gak asing lagi di telinga kalian tema yang sudah sering dibicarakan dari zaman prasejarah, zaman alay sampai saat ini. Sebenarnya sudah lama aku pengen mengangkat tema ini ini jadi tulisan, nah kebetulan sekarang ada waktu onggar yang cukup di malam hari dan minggu-minggu ini semapt diskusi, cerita-cerita sama beberapa teman dan sahabat tentang hal ini. Jadi cerita kita malam ini adalah tentang "When Boy Friend/Girl Friend Become Boyfriend/Girlfriend" kalau bahasa manusianya sih bagaimana jadinya ketika sahabatmu jadi pacar atau gebetanmu? biar lebih greget bisa sambil dengerin lagu Zigaz - Sahabat Jadi Cinta .

(Gambar ini aku dapat setelah searching di mbah google, sepasang anak kecil di tepi pantai soo thanks yang udah upload foto ini di mbah google)

Di sini yang bakal aku bagi bukan cuma proses bagaimana sahabat bisa berubah jadi pacar atau bahkan mantan pacar? Tapi juga tentang punya sederetan sahabat yang beda jenis sama kita (maksduku beda jenis kelamin yaaaa). Bagaimana rasanya ketika terkena perasaan yang boleh gak boleh itu, juga berbagai hal lainnya. Termasuk ketika masalah menimpamu dan sahabatmu hingga kamu merasa berada di titik paling nano-nano dalam hidupmu. Ini adalah sudut pandangku so wajar jika ada yang berbeda dengan sudut pandang kalian. Walau aku sedikit bingung memulai dari mana but let me to tell you.

Jadi dalam hidup ini gak ada sesuatu yang terjadi secara intan, semua hal butuh proses. Mau pinter aja butuh proses. Buat jadi manusia dewasa aja butuh proses yang mesti kamu lalui yaa walau kamu mungkin kadang mikir kok udah segede ini lagi ya? Perasaan baru kemarin aku minum susu pake dot haha. Termasuk yang namnya menjalin suatu hubungan. Yang aku maksud di sini bukan cuma pacaran atau pasangan hidup ya melainkan hubungan persahaban. Cerita awal persahabatan seseorang bisa berbeda-beda, kadang bahkan tiba-tiba menyadari sudah dekat, sudah sering nongkrong bareng, bercanda gak ngerti awal mulanya.

Contoh konkretnya sih kayak cerita persahabatan aku sama beberapa cowok kece yang udah aku anggap kayak kakak sendiri. Awal mula aku hanya dekat dan bersahabat dengan salah satu dari mereka sejak SMP, lalu yang satu lagi merupakan ya bisa dibilang pesaingku juga pas SMP. Ketika SMA kami bersekolah di tempat yang berbeda lalu aku sering bertemu dengan sahabatku yang dari SMP itu bersama beberapa kawan barunya, hingga tanpa sadar kami beberapa kali main di rumah orangtuaku, pulang sekolah bareng, chatting, saling kirim pesan bahkan curhat. Apalagi notabene aku yang merupakan anak tunggal berdoa pada Alloh untuk memberiku kakak bukan adik (Ya walau aku tahu jika lahir seorang anak lagi dari lahir ibumu dia otomatis jadi adikmu bukan kakakmu) entahlah awalnya aku juga gak sadar sampai suatu hari ketika tiba di akhir masa SMA hari itu aku pulang sekolah bareng cowok-cowok itu mereka sengaja ngajak aku pulang bareng dan aku ngerasa tetiba gak sendirian lagi di dunia ini berasa punya kakak. Sampai saat ini pun walau terpisah-pisah alhamdullilah hati kami gak kepotong-potong.

Sebenarnya jatuh cinta atau punya perasaan lebih pada sahabat itu salah enggak sih? Kalau sudah terlanjur bagaimana, kalau sahabatmu mulai kasih kode mesti bagaimana?
Gak ada yang salah kok dengan perasaanmu itu, apalagi hal itu kadang gak kamu sadari tiba-tiba ketika kamu menyadarinya saat perasaan itu sudah tumbuh subur dan ditambah pula kamu sering menyiramnya jadi tambah subur deh perasaan itu tumbuh di hatimu. Kalau kamu seorang perempuan dan ada sahabatmu yang cowok (pastinya) memberi kode aku punya beberapa tips nih ya tiap tips ini punya resiko masing masing juga.
  1. Kalau kode yang dia berikan masih taraf sedang, dan kamu belum tahu apakah kamu punya perasaan lebih atau nggak jalani saja dulu beberapa saat jangan terburu-buru ambil kesimpulan.
  2. Kalau dia sudah kasih kode keras entah itu lewat ucapan atau perbuatan tapi kamu belum yakin dengan perasaan mu kamu bisa pura-pura gak peka pura-pura gak ngerti ya walaupun menghindar itu gak baik, yang namanya persoalan mesti dihadapi namun ini jaan yang aman kalau kamu belum tahu isi hatimu Sambil pura-pura gak negrti ya kamu cari tahu apa latar belakang sahabatmu memberi perhatian yang dianggap gak biasa menurut parametermu untuk diberikan antara sahabat. Sambil cari tahu juga bagaimana perasaanmu terhadap sahabatmu yang itu.
  3. Kalau dia kasih kode dan  kamu memilih paham serta menanggapi kode ini. berarti kamu memutuskan melangkah lebih jauh, berarti kamu sudah paham apa kelebihannya jika dia           -sahabatmu- jadi pacarmu, apa rieikonya kau hubungan kalian berakhir alias putus dan imbas pada persahabatan kalian.
  4. Kalau kamu paham kodenya namun kamu tidak menginginkan ada Boy Friend/Girl Friend Menjadi Boyfriend/Girlfriend di antara kalian. Tergantung kalau dia mengkode saja kamu bisa mengarahkannya menjadi candaan sambil bantu cari sahabatmu itu cari pasangan maybe, atau kalu dia - sahabat cowokmu- punya keberanian lebih buat bicara dan dari awal kamu sudah berniat tidak menjawab IYA, hati-hati juga imbasnya. Ibarat kata suka atau disukai sahabat itu ditolak atau diterima menolak atau menerima ada resikonya. Ketika kamu sudah nolak usahakan jangan menghindar atau berbeda lebih menjauh walu beberapa saat itu wajar.
Nah buat yang cowok-cowok nih juga gak beda jauh sama tips-tips di atas. Ketika kamu menyukai sahabat cewekmu sebeum kamu kasih kode pastikan dia lajang broo, setelah itu cari tahu apakah ada cowok yang sedang mendekatinya atau yang sedang disukainya cari tahu apa yang dia sukai (berhubung kalian sahabat biasanya ini akan lebih mudah buat cari info), gak usah grasak-grusuk pastikan kamu memang benar-benar menyukainya sebagai seorang perempuan. Kamu juga mesti belajar menerima ketika dia hanya menganggapmu sahabat bukan antara laki-laki dan perempuan.

Yang ribet dalam hal ini bukan ketika jatuh cinta tapi ketika putus yang aku lihat sih demikian. Gak semua orang setelah putus hubuungannya baik-baik saja. Itu yang aku rasakan sendiri. Meskipun aku bersyukur mantan-mantanku bukan salah satu dari sahabatku.Pada awalnya ketika masih bersahabat terbuka saling cerita saling menghibur bercanda pun gak tanggung-tanggung gak canggung-canggung setelah putus mau nyapa pun rasanya bibir kelu melihat si dia dengan orang ain apapun status mereka apalagi ketika awal putus sakit rasanya (terutama yang masih cinta ketika putus), tambah lagi kalau putusnya gak secara baik-baik entah karena bertengkar, masih ada unek-unek yang nyangkut di tenggorokan dan belum tersampaikan, masih cinta tapi yang satu udah gak ada perasaan, satu pihak merasa satu lain gak perhatian lagi. Aku akui memang sulit. Walau alhamdulillah belum pernah dan berharap tidak mengalami nya. Tapi beberapa kasus yang pernah saya tahu rata-rata demikian. Ada yang sebentar atau jangka lama. Berada dalam tahap canggung atau sebal melihat orang yang jadi sahabat dan sekarang statusnya jadi MANTAN PACAR tersebut.
  1. Kalau dia yang duluan memutuskan hubungan kalian biarkan dia tenang buat beberapa waktu, biarkan orang yang pernah kau anggap sahabat cewek/cowok itu menstabilkan pikirannya. Tapi kalau kamu yang duluan memutuskan hubungan itu pikirin cara yang tepat, pikirin damapknya sama persahabatan kalian. Kalau kamu masih dalam emosi mending simpan bentar kata PUTUS nya daripada perang dunia ke 7 pecah. 
  2. Bukan hal aneh ketika sudah putus segala kejelekan mantanmu itu terlihat dan segala kebaikannya seolah tertimbun jauh di bawah tanah sejauh ribuan kilometer. Nah, aku saranin sejelek apapun dia simpan kejelekannya apalagi kalau sebelum jadi mantan dia adalah sahabatmu. Bagaimanapun walau ada mantan pacar aku belum pernah menemukan ada mantan sahabat. Sahabat itu sudah seperti saudara dan menutupi kekurangan saudara mu lebih baik walau gak mudah.
  3. Keluarkan unek-unekmu pada orang yang tepat yang bisa menjadi pendengar yang baik. Tell what you feel right now.
  4. Ketika keadaan sudah mulai membaik emosi di antara kalian sudah tidak segede api unggun yang menyala lagi, cobalah mulai saling berkomunikasi, menyapa atau menelpon berbicara secara BAIk-BAIK. Memendam amarah gak bakal bikin selesai masalah.
  5. Maafkan dia. Kalaupun pada akhirnya kamu merasa dia sudah tidak seperti dulu, dia tidak memahamimu lagi, dia tidak seperti saat kalian masih bersahabat, kalian canggung untuk saling berbagi lagi. Ingat dunia ini gak statis broo sist, perubahan itu ada. Mungkin itu perubahan yang kalian alami.
  6. Hal terparah dan paing tidak aku harapkan adalah para pelaku menjadi bermusuhan atau condong ke arah itu. Teori memang gampang tapi praktek gak selalu mudah. Ketika kamu sudah memaafkan, berbicara baik-baik, mecoba menjalin komunikasi sebagai sahabat kembali namun responnya masih kurang baik. Biarkan saja jangan terlalu ngotot. Ingatlah filosofi genggaman beras, ketika kamu genggam terlau kuat berat itu akan berceceran dari tanganmu namun ketika beras itu ada dalam posisi yang benar dalam tanganmu walau ada yang tercecer hanya sedikit, begitupun hal ini jika kamu terlalu ngotot pada sahabtmu itu boleh jadi dia maah menjauh bukan mendekat broo sist
Soo, setelah membaca sejauh ini pasti kalian bertanya tanya kok kamu so tahu banget sih Tis? Memang kamu pernah mengalami hal ini? (Pengen lebih menghayati sambil dengerin lagu ini Those Bygone Years itu Ost You Are The Apple of My Eyes. Buat yang udah nonton pasti ngerti bagaimana rasanya buat yang belum lain kali aku review Insya Alloh)
Oke aku berani nulis hal ini karena aku pernah punya perasaan lebih pada salah satu sahabatku, namun alhamdulilah gak sampai jadi mantan keburu bisa mengendalikan perasaan. Soo let me tell those years those stories about me and him. Aku gak bisa bilang siapa namanya, Aku pernah menyukai dia ketika aku kelas VIII SMP sampai aku lulus SMA pun masih ada rasa yang tertinggal. Memang kadang aku berpikir untuk bertindak lebih berani. Kadang aku kangen saat-saat kami masih jadi remaja tanggung ketika kami sering menghabiskan waktu berdua bersama-sama walau sekedar membaca buku di tangga dekat kelas. Mendengarkan dia bernyanyi menggunakan gitar. Sebelumnya aku gak pernah berani menceritakan apapun tentang hal ini pada hal intinya, hanya orang-orang tertentu yang mengetahuinya, namun kini biarlah kalian membacanya sebagai bahan renungan buat kalian bahwa jatuh cinta ,menyukai dan rasa sayang itu sulit buat milih gak seperti kamu milih jurnal yang valid. Bahwa ada perasaan yang kamu rasakan tapi kamu sadar sulit untuk bisa bersamanya karena berbagai hal. Back to story guys, singkatnya banyak banget cerita yang terjadi saat kami masih berada pada kelas dan sekolah yang sama selama masa putih biru. Pada akhir masa putih biru aku pikir perasaanku sudah hilang karena awal masa putih abu aku semapat menjalin hubungan dengan orang lain dan sempat juga menyukai orang lain selama di putih abu. Namun ketika aku menginjak kelas XII aku sadar aku masih menyukai dia, aku sadar masih ada cemburu melihat dia disukai sama perempuan-perempuan lain, dan lain sisi aku juga membenci kenyataan bahwa kami melanjutkan pendidikan di kota yang berbeda. Di sisi lain aku juga bahagia saat-saat itu tahun itu kami menjadi lebih dekat kembali. Pulang sekolah bareng, aku ingat kami pernah pulang sekolah berdua hari Jumat ketika aku selesai kumpulan jurnalistik dan kami tidak janjian. Saat kami mengunjungi ekspo perguruan tinggi bersama sahabat-sahabat kami. Saat kami berkumpul di rumah orangtuaku. Saat yang aku harapkan kadang tidak berakhir waktu itu, tapi waktu memang terus bergulirkan? Aku ingat waktu dia berangkat ke ibu kota Jawa Barat aku mendapat pesan singkat dan saat itu aku berpikir aku merasa kehilangan sesuatu hal.
Sering aku berpikir aku iri pada aku dan dia ketika kami masih berada pada bangku SMP ketika menyayangi seseorang itu masih simpel, ketika jalan pikiran belum serumit itu, ketika mengartikan perasaan masih sederhana, ketika cemburu masih dianggap orang lain sebagai anak kecil yang sedang kena cinta monyet, ketika aku bisa bersamanya sesuka hati melakukan berbagai hal. Biarkan aku sedikit membuka lembaran itu untuk aku baca malam ini. Pernah aku bertanya dalam hati apakah dia juga memilik perasaan yang sama sepertiku? Pernah memendam perasaan tahun-tahun itu? Ya seperti itulah dilema yag pernah ku haddapi satu hal yang aku syukuri aku masih bersahabat dengannya dan aku bisa mengendalikan perasaanku. Mungkin lagu ini bisa menggambarkan sebagian perasaanku yap Those Bygone Years girl version.

Pada intinya perasaan antara sahabat adalah hal wajar tergantung kamu mau menjadikan peluang perasaan itu medekati satu atau mendekati nol. Satu hal tolong diingat mantan pacar itu ada tapi MANTAN SAHABAT TIDAK ADA. Yap segitu dulu cerita untuk malam ini yak.
Jika masih ada yang terasa kurang mohon maaf hehe, aku menulis sesuai apa yang terlintas dalam benakku. Ingat broo sist ketika kalian sudah memiliki orang-orang yang mendapat tempat terssendiri di hati kalian orang-orang yang kalian sebut sahabat apalagi jika sudah kalian anggap kakak atau adik jaga mereka jaga dalam artian holistik.

Senin, 30 Juni 2014

Lagu Sebuah Cerita

Diposting oleh Icha Tisa di 05.41 0 komentar


Setiap tempat memiliki cerita pada setiap sudut yang telah terlalui. Meski pun itu hanyalah seonggok bangunan namun cerita yang tersimpan di dalamnya entah sudah berapa mungkin tak terhitung. Tiap orang yang datang dan pergi atau sekedar melewatinya membawa cerita mereka masing-masing yang berbeda. Entah itu cerita bahagia mupun kisah pilu yang menyertainya.
Jika sebuah kenangan hanya tersimpan di seonggok tempat mungkin begitu mudah untuk menghapusnya. Bila sepotong kenangan hanya tersimpan dalam selembar foto yang mengingatkan pada cerita indah yang sudah bahagia, mudah saja tinggal merobek foto itu, begitu pula jika selembar kertas masih tersimpan kenangan di dalamnya bakar saja selesai masalah kan? Namun bagaimana bila kenangan yang mungkin ingin aku atau orang lain di luar sana disebut kenangan indah yang brengsek nyatanya bukan hanya seonggok bangunan atau selembar foto? Ya ada hal lain yang terlupakan bila kenangan tersebut ada dalam sebait nada lagu, nyanyian indah yang senang kau dengarkan, sayang kini bahkan sebelum intro selesai pun kau sudah keburu muak mendengar lagu itu. Walau orang yang membuatmu muak dengan lagu itu bukan mantan pacarmu
*******
‘Aih kenapa mesti lagu itu lagi sih? Mana yang muter kak Rangga lagi. Protes nggak ya, mau minta ganti lagu dia tahunya aku suka lagu itu.’ Aku hanya bisa mengumpat dalam hati. Sebenarnya bukan lagu itu yang bersalah. Lagu itu tidak salah apa-apa. Bahkan orang yang penyanyi asli lagu ini pun tak pernah bertemu denganku.
Iya dulu aku suka lagu ini, hampir setiap hari lagu ini yang kuputar sampai-sampai sahabatku berkata apa tidak ada lagu lain yang aku tahu. Sebenarnya aku memiliki banyak lagu entah itu di HP atau gadget lain namun lagu ini terasa begitu spesial. Lagu yang pernah dinyanyikan oleh laki-laki yang pernah mengisi hari-hariku. Saat aku menjadi mahasiswa baru di kampusku. Ah sampai sekarang pun jika kau menyuruhku menceritakan tentang dia, aku masih bisa mengingatnya. Kecuali, pada bagian akhir cerita yang sudah kulempar jauh ke tengah samudra.
Flashback 2 tahun yang lalu
“Oke setelah acara pembukaan, mari kita nikmati malam yang indah di bawah sinar rembulan dan cahaya bintang ini diiringi petikan gitar dan suara merdu kak Dimas.” Seorang panitia yang menjadi pembawa acara pada malam keakraban ini menyebutkan suatu nama. Dimas? Siapa dia? Aku pun tak tahu karena aku tidak hapal nama satu persatu panitia kegiatan silaturahmi mahasiswa baru ini. Tiba-tiba keluar dari seseorang dari tenda panitia keamanan yang membuatku menegang seketika.
Ternyata dia orang yang pernah menghukumku jalan kodok di hadapan teman-teman ketika aku lupa tidak memakai atribut. Aku lihat kakak-kakak panitia yang perempuan mulai histeris melihat kak Dimas padahal tak ada yang istimewa dari dia. Memang tampan sayangnya galak jutek lagi. Wait, dia menyanyikan lagu favoritku suaranya memang bagus.
End flashback.
Gak ada satu hal istimewapun, sampai suatu hari aku hendak meminjam literatur di perpustakaan dan aku baru sadar kartu anggota milikku tak ada di dompet. Padahal aku benar-benar memerlukan buku itu untuk bahan laporan praktikumku. Saat aku sedang memelas pada bapak penjaga perpusatakaan yang sayangnya tak peduli dengan wajah memelasku ada orang di belakangku yang berkata “Pak ini, dia pakai kartu punya saya. Kami perlu buku itu untuk bahan diskusi.” Saat aku melirik ternyata itu kak Dimas. Awalnya aku ingin membantah sayang buku itu keburu diambil kak Dimas.
Sejak itulah awal kedekatan kami. Pernah kutanya kenapa saat itu dia ada di perpustakaan dan mengapa dia mau meminjamkan kartu anggotanya? Dia bilang sebagai permintaan maaf gara-gara menyuruhku jalan kodok dan membuatku menahan malu di hadapan teman-teman. Aku juga tidak mengerti awal ceritanya semua mengalir begitu saja hingga kami sering menghabiskan waktu bersama. Makan siang di kantin, atau sekedar mencari bahan diskusi di perpustakaan. Kedekatan yang tak jarang disalahartikan orang lain. Apalagi menurut kabar yang ku dengar waktu itu kak Dimas kabarnya disukai oleh teman teman senagkatannya yang notabene seniorku. Yaa kami memang dekat. Dia bahkan sering mengunjungi kosku meski aku sudah sering pula melarangnya. Bukan kenapa aku tidak enak dilihat teman-teman kosku yang sebagian seangkatan dan kenal dengan kak Dimas. Namun bukan kak Dimas namanya kalau nurut. Dia bahkan pernah bertemu keluargaku. Ya dia memang sosok yang pantas disukai banyak orang.
Banyak hal yang kuketahu tentangnya bahkan kehidupan pribadinya tapi ada satu hal yang tak kuketahui yaitu siapa perempuan yang dia cintai. Setiap aku bertanya pasti dia selalu menjawab “Aku belum tahu Lika santai sajalah hidup tak sependek pikiranmu. Lagian kenapa kamu tanya gitu? Cemburu? Takut aku lupa sama kamu ya? Nyantai aku gak bakal kok lupa sama kamu, malah aku khawatir kamu duluan yang akan melupakanku setelah kamu punya pacar. Sana deketin gebetanmu biar gak jadi cewek yang kesepian haha.” Selalu begitu akhirnya aku yang diejek samapai aku malas bertanya.
Nyatanya dia duluan yang punya pacar. Dia pula yang lebih dulu melupakanku. Aku masih ingat saat itu libur 2 minggu, ya waktu yang cepat untuk mengubahnya. Awalnya aku tak paham dia tiba-tiba menghindar dariku. Aku salah apa ya? Itu hal yang pertama aku pikirkan. Tapi semua pemikiran itu sirna, saat aku secara tak sengaja melihatnya menggandeng tangan seorang perempuan yang aku tahu teman seangkatannya. Aku tahu dia sejak dulu menyukai kak Dimas. Bahkan saat ku coba menghubungi kak Dimas malah dibalas “maaf ini siapa ya?” aku kaget kak-Dimas-menghapus-nomorku?. Ternyata Hpnya sedang dipegang pacarnya mereka lagi jalan rupanya. Sejak saat itu hingga detik ini kami tidak pernah saling kontak.
Kami dekat tapi kami bukan sepasang kekasih ataupun pasangan pendekatan maupun tanpa status atau teman tapi mesra. Aku hanya menganggapnya kakak yang tak pernah aku miliki begitupun dia sepertinya. Tak ada getaran saat di dekatnya aku sayang dia sebagai kakak. Sepertinya ada yang menyalahartikan hal itu.
“Lika, ayo kita sudah sampai.” Suara kak Rangga mengagetkanku. Ah, rupanya kami sudah sampai di depan taman ini. Sudah lama kak Rangga mengajakku untuk mengunjungi taman ini di sore hari. Tiba-Tiba terdengar langkah kaki menghampiri kami berdua.
“Lika, sedang apa? Syukurlah aku bisa bertemu lagi denganmu.Kamu sama siapa Lika?Inikan kak Rangga kamu bareng dia?” Melihat sosok di depanku ingatan dua tahun lalu itu kembali mengantam ingatanku.
“Oh kakak masih peduli ya padaku, setelah dua tahun menghilang tanpa kabar membuatku seolah jadi kambing hitam antara hubungan kakak sama cewek yang entah siapa. Tahu kan kak aku sayang sama kamu kayak ke saudara kandungku sendiri? Apa maksudmu? Iya kak Rangga sekarang pacarku. Ingat kak aku gak kayak kakak yang udah punya pacar lupa sama teman sendiri lupa sama sahabat sendiri. Aku bukan pengecut seperti itu. Ayo kita pergi kak.” Tanpa sengaja kutarik tangan kak Rangga. Tapi kak Rangga menahanku.
“Lika, ingat di awal kebersamaan kita kamu pernah cerita bahwa pernah ada seseorang yang kamu sayangi seperti kakak kandungmu. Aku tahu samapi saat ini kamu sayang sama dia sama seperti kamu sayang ke sahabat-sahabatmu yang lain. Egois gak baik lho,mending kamu selesaikan. Everything happens for a reason. Beri Dimas waktu untuk menjelaskan.” Jika saja bukan kak Rangga yang berkata mungkin aku sudah lari.
“Lika, aku tahu sikapku 2 tahun lalu itu benar-benar salah. Menjauhimu. Waktu itu dia yang jadi pacarku memintaku menjauhimu di dunia nyata atau dunia maya. Aku sudah terlanjur mencintainya. Ya samapi saat inipun aku masih bersama dia. Aku baru sadar ketika teman-teman kita yang lain mengetahui kerenggangan kita dan mereka seperti menyalahkanku. Awalnya aku tak terima. Tapi setelah beberapa lama aku sadar aku yang salah, menjauhimu padahal kamu tidak salah apapun dalam hal ini.” Ujarnya.
“Terus apa sekarang yang kakak mau? Sana pergi sama pacar tersayangmu itu.” Siapa yang tak kesal, orng yang kamu anggap kakak atau sahabat tiba-tiba pergi dan lalu muncul minta maaf dengan polosnya. Walaupun aku dalam lubuk hati masih ingin menganggapnya sahabat atau kakak tapi ego masih menyelimuti pikiranku saat ini. Tanpa sadar ku tatap kak Rangga menatapnya memberi isyarat akau harus apa sekarang?
“Maafkanlah, bermaafanlah kalian saling tidak bertegur sapa itu gak baik. Lagian sikap Dimas yang sudah berani minta maaf ya walau telat sih kelamaan kamu Dim nunggu dua tahun dulu.” Saat seperti ini kak Rangga masih bisa terkekeh.
“Apa kamu masih mau jadi sahabatku jadi adikku lagi Lika? Aku janji gak bakal kayak dulu lagi yaa kamu bisa pegang ucapanku. Aku sadar walau punya pacar bukan berarti kita ninggalin teman-teman kita bukan begitu kak Rangga?”
Kenapa mesti bawa-bawa kak Rangga, yaa aku memang masih menganggap dia teman walau beberapa yang lain pernah berkata untuk apa punya teman atau sahabat seperti dia. Kubalas ucapan kak Dimas dengan seulas senyum. Mungkin ini saatnya memaafkan apa yang telah terjadi pada saat yang lalu.


Jumat, 27 Juni 2014

CERITA NANO-NANO TAHUN PERTAMA

Diposting oleh Icha Tisa di 08.50 0 komentar
Alhamdulillah MCQ terakhir di tahun pertama sudah selesai dilaksanakan kemarin. Malam ini saya sempatkan untuk menulis di blog menceritakan sedikit unek-unek yang mengganjal di hati tentang beberapa hal. Gak kerasa ternyata sudah satu tahun jadi mahasiswa. Setahun jauh dari rumah. Setahun pula jadi mahasiswa Pendidikan Dokter FKIK UMY setahun pula bareng sama Medallion. Banyak cerita walaupun baru setahun dan kemampuan medis masih minimal alias pas-pasan haha. So let me start my story from blok 1 until blok 6.

BLOK 1
Haha blok unyu-unyu. Seriusan. Blok ini masih belum tahu apa-apa, mau belajar apa, cara belajarnya bagaimana? Masih galau bakal punya teman atau enggak, belum lagi masih galau gegara pisah sama sahabat-sahabat belum terlalu ikhlas melepas seragam putih abu. Berasa udah tambah tua eh dewasa deng. Untunglah semua hal konyol dalam pikiran saya gak ada satupun yang jadi kenyataan.
Ya blok 1 aku masih belum merasa jadi mahasiswa kedokteran, kalau ada yang tanya "lho kenpa gitu Ca?" soalnya blok ini judulnya aja KETERAMPILAN BELAJAR. jadi yang kita pelajari di sini tuh cara belajar ala mahasiswa yang mandiri gak usah disuruh sadar diri (mesti segera lulus biar gak jadi mahasiswa abadi haha) . Sampai sekarang saya gak mungkin lupa sama praktikum anatomi pertama, why? INHAL. "Apa itu inhal Ca?" Jadi teman-teman sebelum kita bisa ikut praktikum ada pretest dulu, nah kita bisa ikut praktikum jika dan hanya jika nilai pretest lebih dari sama dengan batas nilai minimal. Konyolnya saat itu saya salah baca buku. Harusnya yang saya baca adalah modul blok 1 namun saya malah menghapalkan struktur tulang yang ada di lembar kerja anatomi. Walhasil saya bengong mau jawab apa dan berakhir dengan inhal. Saya juga baru tahu ternyata ujiannya bukan tiap akhir semester namun tiap akhir blok. Yap ujian yang terasa mendebarkan walaupun sumbangsih terhadap nilai total kecil itulah TENTAMEN kawan. Kita berhadapan sama preparat atau kadaver utuh terus ada pertanyaab apa nama bagian yang ditunjuk jarum? Itu pertanyaan dengan tingkat kesulitan bisa mudah bisa jadi sulit buat yang matanya kagak jeli. Yang nyesek tuh kalau udah ngisi nama organ ternyata pertanyaan belum selesai dan jawaban tidak dapat diganti. Meskipun sudah dua blok tidak merasakan tentamen tapi masih ingat tata caranya. Apalagi alarm di kamar bunyinya sama kayak alarm waktu habis saat tentamen. Hmm oke blok 1 itu aja yaa mari kita lanjut ke blok 2.

BLOK 2
Saya tidak memungkiri dan mengingkari blok 2 adalah blok yang indah. Untuk seorang mahasiswa tingkat 1 yang baru tahu dunia mahasiswa, untuk seorang mahasiswi baru yang pernah mengumbar tak akan pernah menyukai seseorang selama tingkat 1. Seorang mahasiswi yang pada akhirnya sempat tersentuh relung hatinya oleh sapaan singkat, semburat merah di pipinya yang muncul saat bertemu sang mahasiswa. Yaa tahulah gaya anak SMA atau ABG jatuh cinta yang senyum di belakang pas udah ketemu cuma nunduk kaki lemas. Aku pernah mengalaminya broo di blok 2 ini.  Senengnya kalau mention di balas, senangnya kalau disapa itu hal wajar proses kehidupan. Sampai bahagianya jalan bareng yang bikin jarak dari kos ke kampus cuma tujuh langkah. Malam mingguan? Oh nyantai udah pernah kok di blok 2.
Blok ini juga ngerasain deg-degannya Open Recruitment jadi anggota MARS. Wah udah keringat dingin aku takut gak lulus. Diajarin bikin Gagasan Tertulis cara membuat karya yang baik dan sistematis. teman-teman lain yang ikut oprec ada yang udah gak aneh sama karya tulis, ada yang waktu SMA jadi anggota KIR lha aku? Pengalaman pun gak ada.
oh tanya tentang medis? Blok ini malah berasa jadi mahasiswa Hukum. Lha diskusi yang tutorial membahas Pasal aturan kedokteran sumpah dokter, malpraktek (naudzubillah). Eits blok ini penting cuy. Jadi sadar kita menangani pasien bukan penyakit pasien, perlakukan dengan manusiawi. Lakukan tindakan medis yang sesuai dan jangan lupa minta persetujuan pasien sebelum kita melakukan tindakan. 
Yaa blok ini mengajarkanku untuk beretika bertindak sesuai aturan dan tidak seenak diri sendiri.

BLOK 3
Naah blok ini dia, Basic Medical Science 1 alias Kedokteran Dasar 1. Mulai belajar mekanisme dasar kerja tubuh, mulai terasa jadi mahasiswa kedokteran. Belajar memeriksa vital sign serta pemeriksaan fisik dan anmnesis. Belajar ngukur tekanan darah, nadi serta kawan-kawannya. Walau masih yang normal-normal namun rasanya wah keren broo. Apalagi ketika pakai stetoskop meriksa bapak probandus wah rasanya tuh sulit diungkapkan dengan kata-kata mendengar suara dari dalam perut, organ menakjubkan subhanalloh karunia Alloh SWT yang menakjubkan.
Hal yang mendebarkan di blok ini adalah pengumuman siapa yang diterima OPREC MARS.Tebak?Yaap alhamdulillah diterima. Keren apalagi pas makrab di Youth Centre.
Blok ini juga blok gila karena praktikum seminggu bisa ada 5 samapi 6 kali dengan materi yang unyu-unyu semua.

BLOK 4
 FOTO SAAT PRAKTIKUM PATOLOGI KLINIK PENGAMBILAN SAMPEL DARAH

Sampai bingung sendiri harus memakai kalimat macam apa untuk menggambarkan blok 4 ini? Gunung Kelud meletus, hingga kampus diliburkan. Kondisi Yogyakarta porak poranda. Bukan itu bagian terburuk yang terjadi saat itu melainkan, sebenarnya aku tidak mau untuk membahas hal itu lagi. Yaa dengerin aja lagu Ungu-Sayang.  Nyeritain apa reff lagu itu? Udah tau? Ya sudah gak usah aku ceritain. Oh Men, gak mudah untuk melalui itu. Baru lewat beberapa waktu yang indah and the real disaster came to my life.
Beruntunglah aku saat itu Alloh masih sayang padaku. Haha datang project PKM Dikti. Yoo ada kesempatan buat apa disia-siakan lebih baik dimanfaatkan. Keren itu pertama kalinya setelah resmi jadi anggota RSD MARS aku ikut PKM GT dua kelompok pula. Membahas tentang rokok dan satu lagi herbal. Yaa blok yang secara psikologis butuh kerja lebih telah kulalui. Oh yaa blok ini aku belajar ngambil darah juga lhoo udah gak takut lagi sama jarum suntik hihi.

BLOK 5
Blok ini pas ulangtahunku. Gak bakal lupa kalau blok ini jadi panitia konsumsi Medjonson dan semnas STD. Bahkan flowercrown yang dipakai pas farewell party pun masih disimpan baik-baik. Blok yaa peralihan penyesuain dari blok 4 yang nanonano itu. Blok ini mantap yoo. Dikejar deadline SF UNDIP,sampai ngerjain GT di kampus nyampai jam 10 malam. Di blok ini pula berani bawa motor ke jalanan Yogyakarta. Blok ini belajar metabolisme gak banyak yang aku ceritain ya gitu saja.

BLOK 6
Blok terakhir di tahun pertama. Hihi. Keren belajar sistem imun. Ternyata sistem imun korelasinya luas ke berbagai sistem lain. Rumit namun menyenangkan walaupun cukup membingungkan di ujian. Apalagi ada dosen keren Prof.Marsetyawan yang asiiik top. Blok ini aku kembali menemukan duniaku yang bebas tanpa sesutu yang mengganjal hehe walaupun masih deg-degan hasil MCQ semoga lulus aamiin.
 Yaa itu dulu ceritanya.

Note 1.
Patah hati gak usah terlalu lama awalnya memang susah tapi lama-kelamaan kamu bakal sadar kok ada yang lebih baik buat kamu. Aku meyakini hal itu. Gak usah banyak galau gak baik buat kesehatan (seriusan). Aku gak bercanda lhoo.
Note 2.
Berkarya jangan cuma jadi mahasiswa yang kulaih pulang yaa tiap orang punya pendapat sendiri. Akupun tak begitu aktif ada saat di mana aku jenuh namun setidaknya berkaryalah satu saja selama kamu kuliah karena bila kau mati karyamulah yang dikenang. 

     
 

Rabu, 29 Januari 2014

ANAK KOS? BAGAIMANA YA?

Diposting oleh Icha Tisa di 07.31 2 komentar


Huaa gak terasa yaa semester 2 sudah menyongsong. Padahal rasanya baru kemarin naik kereta api dari kota kelahiran hijrah ke London  maksudnya ke kota pelajar, Yogyakarta. Waktu itu dua minggu sebelum berangkat ke sana udah cemas, badan panas dingin kayak mau disuntik pakai jarum suntik berbagai ukuran. Udah kebayang nanti di sana gimana ya? Jauh dari orangtua, jauh dari sanak saudara, pisah sama gebetan  teman-teman. Galau badai hujan salju deh pokoknya.
Sebenarnya saya gak berniat untuk membuka kembali lembaran lama yang telah lalu karena biarlah masa lalu jadi hiasan kehidupan (cielaah puitis banget sih) tapi berhubung kemarin saya ketemu adik kelas di SMA tercinta yang nanya-nanya tentang universitas sama bagaimana rasanya jadi anak kos jadi baiklah mari kita kupas awal jadi anak kos yang sendu itu ceritanya. Lagi-lagi berhubung saya bingung mulai cerita dari sebelah mana, jadi ceritanya mau saya bikin Question and Answer saja ya.

Q. Bagaimana rasanya saat akan meninggalkan kampung halaman pertama kalinya???
A. Rasanya tuh gado-gado campur aduk. Antara senang, sedih, gembira, galau dijadikan satu adonan. Sebelum pada nanya kok bisa gitu? Lebih baik saya jelaskan sekalian. Gembira? Jelas banget dong udah lulus SMA udah gak usah pakai seragam, pertanda siap melanjutkan langkah menapaki tangga yang lebih tinggi. Namanya anak kos, jauh dari keluarga. Kita mau main terus, belajar 24 jam non-stop orangtua gak bakal tahu dan lihat langsung. Saya gembira karena artinya orangtua udah ngasih amanah dan percaya anaknya gak bakal semena-mena di kota orang. Haha ya selain itu jadwal hidup jadi lebih longgar. Jadi anak kos tuh gak bakal ada yang bangunin pagi buta, atau yang ngomelin kamu. Tapi ini juga yang bikin sedih, kelamaan di kos bikin kangen juga diomelin orang tua dan dibangunin sama mama atau papa. Kebayang biasanya pulang sekolah pulang ke rumah udah tersedia makanan tinggal langsung makan. Pokoknya kebayang lagu yang masak-masak sendiri,makan makan sendiri nyicipin baju pun sendiri. Itu tuh cerita anak kos banget deh.


Q. Bagaimana cerita awal sampai di kota pelajar? Adaptasinya bagaimana?
A. Sebenarnya aku udah sering bahkan keseringan main ke Yogyakarta. Tapi, dasar niat nya main dan liburan doang jadi meski dari kelas 3 SD bolak balik ke Yogyakarta tetap aja sampai hari ini belum paham bener dan hapal jalan di sana. Walhasil satu semester 1 belum pernah bawa motor keluar arena yang jauh sampai Malioboro. Beraninya masih dibonceng haha. Tapi walaupun belum hapal jalan aku cukup paham arena Yogyakarta makanya awal sampai di sana udah tahu mesti naik apa ke kos dan gak terlalu bengong karena jalur bus yang lewat kampus aku lumayan tahu. Karena Aku emang dasar kepo maka baru dua hari jadi anak kos udah so tahu ngajak sobatku yang sekampung sekos pula jalan ke Malioboro pakai bus dan keliling kampus padahal waktu itu Aku belum tahu lhoo arena kampus dan fakultasku. Prinsipnya sih so tahu aja nyasar juga masih di
Indonesia gak usah ribet.


Q. Senangnya jadi anak kos apa Teh Ica?
A. Senangnya jadi anak kos itu lebih bebas,asal kebebasan ya gak disalahgunakan. Contohnya dulu
pas SMA pulang jam 5 sore setelah rapat organisasi waah siap-siap saja diberi kuliah umum gratis. Sekarang malam minggu ada rapat selesai jam 19.30 pun aman saja,orangtua telpon bilang jujur dan horee ternyata aman gak ada kuliah gratis. Terus tidur jam berapa pun gak ada yang larang. Mau tidur jam 10 malam atau begadang ngerjain tugas,belajar, nonton sampai jam 2 malam pun bebas. Ya sadar diri juga kitanya besok kuliah pagi mau begadang sampai Shubuh ya keterlaluan juga. Kita juga bisa kenal sama orang-orang baru yang notabene tetangga kos kita. Selain itu kita belajar untuk memilah orang yang bisa dikasih kepercayaan lebih untuk berbagi cerita di tanah rantau.

Q. Terus gak enaknya jadi anak kos apa?

A. Seperti yang sudah ku sebut tadi segalanya sendiri . Mesti belajar mandiri, jauh dari orangtua pintar-pintar memanage waktu,uang segalanya deh pokoknya.


Q. Suka homesick gak?
A. Homesick itu wajar kali yaa apalagi buat yang belum pernah jauh dari orang tua dan Rumah. Sebulan pertama teman belum banyak belum lama jadi anak kos hampir setiap hari homesick. Nyantai aja kalau kena serangan homesick kalau aku SMS orang rumah, tapii waspada bila homesick tak kunjung sembuh. Sekarang sih kadang saja homesick nya.

Q. Caranya biar gak sering kena homesick?
A. Setiap orang Punya caranya untuk menghilangkan homesick. Temukan teman sebanyak mungkin, sesama perantau rasa persaudaraan tuh bakal tumbuh lhoo, buat yang kotanya punya perkumpulan mahasiswa enak banget tuh kalau homesicknya parah kumpul bareng atau main ke asrama daerah.

Q. Teteh tipsnya dong biar gak sering homesick dan bisa adaptasi!
A.  Ini tips subjektif lho tiap orang bisa berbeda ini caraku membunuh penyakit homesick. Pertama ingat tujuan kita mau kuliah, kalau diam terus di kampung halaman sampai akaran juga mimpimu cuma mimpi. Terus cari teman dekat yang bisa diajak berbagi maksudku teman dekat artian sahabat yaa bukan pacar. Yang sekos sih kalau bisa kalau gak yang kosnya dekat maupun yang sejurusan. Hapus rasa malu berlebihan buat kenal sama teman baru. Aku lhoo dulu tuh malu nyapa duluan tapi karena tuntutan diri yaa mulai bisa berani kenal cari teman. Kenali lingkunganmu, bisa tanya ke seniormu bisa juga jalan-jalan sekalian cari udara segar.

Naaaah segitu dulu ceritanya lain kali disambung lagi. Ada yang mau ditanyakan?

Senin, 27 Januari 2014

MAAF BUKAN KITA

Diposting oleh Icha Tisa di 06.46 0 komentar
Kamu terlambat mas,sepatah kalimat itu yang mampu kuucap dalam hati saat melihatmu kembali sore itu. Di teras depan rumah. Tempat yang dulu sering menjadi saksi bisu penantian kosongku. Saat aku masih mempercayai semua janji indahmu,ya aku memang masih polos ketika itu. Begitu juga dengan kau kan mas? Aku menikmati semua itu. Menghabiskan waktu berjam-jam berbincang hal yang tidak penting. Bermain kata-kata bersamamu, ataupun sekedar melihat kamu yang sedang terdiam memikir kan sesuatu yang aku tidak tahu.

Semua memang berlalu begitu cepat. Empat tahun sudah berlalu sejak pertemuan terakhir kita di terminal bus kota. Kala itu aku berharap ada kejelasan kata-kata darimu. Tapi kita malah membicarakan kenangan masa remaja kita. Aku tak berani memulai, hatimu terlalu misterius untuk ditebak. Raut mukamu menyiratkan ketidakrelaan saat aku bersama yang lain padahal orang itu adalah sahabatmu juga bukan? Saat itu kau sibuk membicarakan pula rencana masa depanmu yang kau tulis rapi di selembar kertas.

 "Rin, pokoknya empat tahun dari sekarang kita mesti udah lulus. Kita kejar beasiswa ke luar negeri. Sekolah bareng, sekampus. Bayar semua kangen yang empat tahun bakal kita lewati tanpa ada satu sama lain." Ucapmu ketika itu.
"Memangnya aku siapamu? Beneran bakal kangen nih?" Ujarku sembari melempar tawa seolah itu candaan dua sahabat meskipun sebenarnya itu pertanyaan yang nyata kutujukan padamu.
"Kangen dong jelas, ya kamu kan sahabatku." Jadi aku cuma sahabatmu saja gak lebih.
"Maafin aku ya gagal mendapat tempat di kampus yang sama maaf kita pisah kota. Tetap kabarin Aku ya Rin." Ucapmu sebelum bus antar kota itu membawamu pergi mas.

Hanya sebulan kamu pegang janjimu. Setelah itu kau hilang tanpa kabar. Aku tetap setia mengabarimu. Walau pesan itu tak terbalas. Kamu bilang sibuk kuliah, belajar, organisasi? Sesibuk itukah hingga tak ada waktu sedikit saja untukku. Kamu yang berjanji menjaga komunikasi kamu pula yang lebih dulu ingkar, iya sih cuma sahabat.

Setahun penantianku masih bersisa. Dia datang, saat kenangan tentangmu hampir kuhapus. Kehangatan dan cerita yang dia bawa menyusup ke celah hatiku. Semua berjalan perlahan memang. "Mau gak kamu barengan lewati hari sama aku?" Mulai saat itu kamu resmi aku tutup dari lembaran sejarah.

"Rin, apa benar lelaki di foto itu kekasihmu?" Matamu masih sama mas sayang hatiku sudah tak terpesona lagi.
"Iya dia orang yang menemaniku kini."
"Mengapa kamu tak menungguku? Beri aku kesempatan lagi."
"Maaf mas untuk apa aku terus menunggu seseorang yang bahkan tidak berani mengatakan kedekatan kita yang sebenarnya seperti apa dulu. Kamu bilang dulu cuma sahabat. Maaf aku memilihnya." Ya aku memang memilih dia ketimbang kamu. Aku dan dia adalah kami, tapi kau dan aku bukan kita.




Sabtu, 21 Desember 2013

MAMA, MY INSPIRATION

Diposting oleh Icha Tisa di 16.06 0 komentar
Pagi ini ketika saya membuka sosial media rata-rata dipenuhi dengan ucapan selamat hari ibu. Oh iya hari ini memang tanggal 22 Desember yang diperingati sebagai hari ibu. 
Sudah 18 kali seumur hidup ini saya mengalami hari ibu dan jujur saja tak ada yang berbeda dengan hari dan tanggal lainnya. Tapi pagi ini ada hal yang terasa berbeda, saat kerinduan itu mulai menyusup relung hati dan meminta tangan merengkuh memeluk seseorang yang selama 18 tahun selalu sabar dan mendampingi saya bahkan sebelum saya menghirup oksigen bebas untuk pertama kalinya, mama.
Ini memang tahun pertama saya berada jauh dari mama,sebagai mahasiswa dan anak kos. Biasanya setiap hari bertemu bisa berbagi cerita sepuas hati namun perbedaan tempat Banjar dan Yogyakarta membuat saya harus berpuas hati cerita lewat telpon. Hal yang membuat saya menyadari betapa mama menyayangi saya adalah mama selalu ada saat saya ingin berbagi. So izinkan di hari ibu ini saya sedikit membagi apa yang telah saya dapat dari mama.
  • Mama Teman curhat.Mungkin ada beberapa anak di dunia ini yang segan untuk berbagi masalah dan curhat dengan ibu mereka. Sayang saya tak termasuk di dalamnya. Tidak terhitung berapa sering sesi curhat itu berlangsung. Bahkan ketika saya menyukai seseorang atau mempunyai teman spesial saya memilih bercerita dengan jujur pada mama. Terserah mau pada bilang anak mami, udah gede masih manja. Emang siapa peduli? Justru dengan terbuka tidak akan menimbulkan kecurigaan orangtua. Ketika sudah bercerita pada mama,seperti kamu bercerita pada sahabat terbaikmu rasanya suatu hal yang menyenangkan. Mama sudah hidup lebih lama dan pernah muda, terkadang kalau galau akupun meminta pendapat mama, apalagi mama pernah menghirup udara Jogjakarta seperti ku. Mama tidak pernah melarang saya untuk mempunyai teman dekat selama dia orang baik dan berakhlak bagus. Pernah ketika saya dekat dengan seseorang di jaman dahulu kala mama terlihat tidak setuju, tapi saya pura-pura gak ngeh ternyata orang itu memang bukan orang baik yang sesuai.
  • Mama Pahlawan hidupku. Bapak sudah meninggalkan kami berdua saat saya duduk di bangku kelas 5 SD. Meskipun anak mama cuma 1 gak gampang lho menghadapi 1 anak juga apalagi yang kadang labil seperti saya. Mama tahu sejak kecil saya sudah bercita-cita jadi dokter, tapi saya juga paham biaya buat jadi mahasiswa kedokteran gak murah dan gak mudah. Nyatanya mama mampu mewujudkan apa yang pernah aku pikir akan terjadi. Mama menabung sejak bapak meninggal, aku tahu perjuangan mama seperti apa untuk membantu ku jadi mahasiswa kedokteran. Bahkan ketika saya ikut PMDK,CBT seleksi masuk kedokteran yang paling sering puasa, tahajud dan sebagainya adalah mama. Saya sendiri? Hehe tahajud pun masih terlalu sering bolong.
Sebenarnya masih banyak dan terlalu banyak yang harus dan dapat diceritakan,biar saja jadi pengisi cerita sehari-hariku. Hari ini saya ingin jadi 1 dari sekian banyak anak yang ikut merayakan hari ibu. SELAMAT HARI IBU,MAMA YOU'RE MY INSPIRATION.

[+/-]

You Are The Apple of My Eye Novel (Cerita Tersembunyi Jingteng dan Jiayi)

[+/-]

Friendship (Ketika Boy Friend/Girl Friend Menjadi Boyfriend/Girlfriend)

[+/-]

Lagu Sebuah Cerita

[+/-]

CERITA NANO-NANO TAHUN PERTAMA

[+/-]

ANAK KOS? BAGAIMANA YA?

[+/-]

MAAF BUKAN KITA

[+/-]

MAMA, MY INSPIRATION

 

Menggapai Mimpi Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos